- Dinkes Yogyakarta dan BBPOM DIY perketat pengawasan pangan pada Kamis (26/2/2026) karena tingginya kunjungan wisatawan saat Lebaran.
- Pengawasan mencakup edukasi mengenali pangan, pencermatan label, serta larangan penjualan produk dengan kemasan rusak dan sampel diuji.
- BBPOM DIY menguji takjil siap saji dari potensi bahan berbahaya; sejauh ini belum ditemukan adanya pelanggaran selama inspeksi.
Selain pangan olahan dalam kemasan, BBPOM juga melakukan pengawasan terhadap takjil siap saji yang banyak dijual selama Ramadan.
"Pengujian difokuskan pada kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna yang dilarang. Sejauh pengawasan hari ini dilakukan, belum ditemukan pelanggaran," paparnya.
Manajer Accounting Toko Progo, Inggrid Rahardi Kartini, mengatakan pihaknya memastikan barang-barang yang dirangkai dalam parsel merupakan produk baru dengan masa kedaluwarsa yang masih aman.
"Untuk produk yang mendekati expired, masa kedaluwarsanya masih di bulan Juni dan bukan produk kalengan atau kemasan pabrik," imbuhnya.
Baca Juga:Bidik Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara, Pemkot Jogja Dorong Tambahan Direct Flight
Kontributor : Putu Ayu Palupi