- Konflik global Iran-AS menyebabkan pembatalan penerbangan yang menghambat IKM kerajinan dan mebel Yogyakarta menembus pasar internasional.
- Pelaku usaha di JIFFINA 2026 mengeluhkan buyer Eropa dan Amerika batal datang, sementara beberapa buyer yang sudah tiba kesulitan pulang.
- Penurunan pesanan produk kerajinan mencapai 60-70 persen karena terhambatnya transportasi yang menekan kelangsungan hidup pelaku IKM lokal.
Markus menceritakan bagaimana "pesanan produk dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan cukup tajam." Produksi turun hingga "60 sampai 70 persen" dibandingkan tahun lalu. "Sekarang bisa dibilang hanya sekitar tiga sampai lima pesanan saja dalam sebulan, terutama dalam tiga bulan terakhir," tandasnya, menggambarkan betapa sulitnya bertahan bagi usaha kecil di tengah gejolak global.
Meski demikian, Direktur JIFFINA, Yuli Sugianto, mencoba menanamkan semangat. Ia berharap kondisi pasar global yang tidak menentu tidak membuat pelaku industri berhenti berinovasi.
"Bagaimanapun kita punya niat dan tekad untuk tetap bisa menggelar pameran ini. Kita harus mengikuti pasang surut situasi global dan industri di dalam negeri," paparnya.
Pameran, baginya, adalah benteng terakhir untuk menjaga eksistensi. "Kalau barang dagangannya semakin lengkap, pembeli akan semakin tenang. Tetapi kalau barangnya semakin sedikit, pembeli pasti mencari pasar lain," pungkasnya, mengingatkan akan pentingnya konsistensi di tengah badai.
Baca Juga:Proyek Tol Solo-Yogyakarta Dibuka untuk Jalur Fungsional, Cek Dulu Jadwalnya Sebelum Melintas
Kontributor : Putu Ayu Palupi