- Aliansi Masyarakat Sipil melakukan demonstrasi menuntut penuranan rezim di Simpang 4 Gramedia, Yogyakarta, pada Selasa malam.
- Warga memukul mundur massa aksi karena penutupan akses jalan yang memicu kemacetan parah di pusat kota.
- Bentrokan mereda setelah polisi menerjunkan personel tambahan, mengakibatkan korban luka, dan arus lalu lintas kembali normal.
SuaraJogja.id - Sejumlah warga nekat memukul mundur massa aksi Aliansi Masyarakat Sipil dari kawasan Simpang 4 Gramedia menuju Jalan Cik Ditiro, Kota Yogyakarta, pada Selasa (1/9/2026) malam.
Berdasarkan pantauan langsung Suara.com di lokasi, insiden ini menjadi puncak dari ketegangan yang membendung sejak sore hari akibat penutupan akses lalu lintas di pusat kota.
Adapun aksi demonstrasi bermula ketika massa tiba dan menduduki kawasan perempatan vital Simpang 4 Gramedia sekitar pukul 16.30 WIB.
Massa langsung membuat lingkaran besar dan memaksa kepolisian mengalihkan arus lalu lintas. Di sana massa yang berjumlah ratusan itu melakukan berbagai kegiatan mulai dari orasi hingga aksi teatrikal.
Baca Juga:21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
Massa memusatkan perlawanan pada satu pangkal persoalan yakni bobroknya kepemimpinan nasional.
Ketua Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM), Mesa, menegaskan bahwa ratusan persoalan di lapangan sebenarnya berhulu pada satu titik yang sama.
"Akar permasalahannya bukan lagi dari teknis dari kebijakan, tapi memang dari akar kepemimpinan rezim hari ini yang semrawut," kata Mesa ditemui lokasi, Selasa.
Seluruh turunan masalah kebijakan disederhanakan pada desakan penumbangan kekuasaan.
"Turunkan rezim hari ini, dan yang kedua, tarik mundur kolonialisme Indonesia dari wilayah periferi jajahannya," tegasnya.
Baca Juga:Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
Namun blokade jalan yang memanjang hingga malam hari ini berujung pada penumpukan kendaraan dan melumpuhkan mobilitas jalanan padat tersebut membuat sejumlah warga geram.
Ketegangan awal pecah pada pukul 19.09 WIB dimulai dari gesekan fisik dan adu mulut sempat terjadi antara massa aksi dengan sejumlah warga.
Suasana mulai memanas ketika sekelompok warga mendatangi barisan massa demonstran dan mendesak agar kerumunan segera membubarkan diri.
Warga mengeluhkan dampak penutupan jalan dan kemacetan lalu lintas, sementara massa aksi bersikukuh untuk tetap bertahan dan melanjutkan orasi secara tertib.
Perbedaan pendapat tersebut dengan cepat menyulut emosi kedua belah pihak di lapangan. Adu mulut tak terhindarkan hingga memicu aksi saling dorong yang memperkeruh kondisi di perempatan vital Kota Jogja tersebut.
Akibat gesekan yang kian memuncak, massa aksi sempat terdesak dan dipukul mundur beberapa meter ke arah utara menuju Jalan Cik Ditiro. Barikade peserta demonstrasi perlahan bergeser untuk menghindari bentrokan fisik yang lebih luas dengan kelompok warga.