- Gempa bumi di Cilacap pada Jumat siang memicu penghentian sementara dua puluh perjalanan kereta api.
- KAI Daop 6 Yogyakarta segera memeriksa jalur rel dan jembatan demi memastikan keselamatan seluruh penumpang.
- Perjalanan kereta api kembali dilanjutkan pukul 12.34 WIB setelah seluruh jalur dinyatakan aman dari kerusakan.
SuaraJogja.id - Gempa yang mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026) siang, ikut mempengaruhi perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta. Sebanyak 20 perjalanan KA terpaksa berhenti luar biasa (BLB) demi memastikan jalur rel dan infrastruktur perkeretaapian tidak terdampak gempa.
Gempa yang dirasakan sekitar pukul 12.05 WIB langsung memicu prosedur pemeriksaan keselamatan KAI. Kereta yang sedang melintas tidak serta-merta meneruskan perjalanan.
"Seluruh perjalanan yang terdampak dihentikan sementara sambil menunggu kepastian kondisi jalur," ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Jumat Sore. .
Menurut Feni, penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan. Sebab pemeriksaan prasarana dan sarana pasca gempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan oleh KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.
Baca Juga:Tragedi Prambanan: Kereta Bangunkarta Tabrak Kendaraan, Palang Pintu Tak Berfungsi?
"Karenanya langkah tersebut membuat sejumlah perjalanan KA mengalami keterlambatan mulai belasan hingga puluhan menit," jelasnya.
Dua puluh perjalanan yang terdampak antara lain Malioboro Ekspres, Commuter Yogyakarta-Palur, Sancaka, Ranggajati, Fajar Utama, Argo Semeru, Sancaka Utara, Argo Wilis, Prameks, Malabar, Batara Kresna, serta sejumlah perjalanan KA Bandara YIA.
Kereta yang mengalami penghentian paling lama tercatat PLB 9A Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng-Bandung, yakni 38 menit. Sementara KA 540 Bandara YIA-Yogyakarta mengalami BLB selama 12 menit.
Kondisi tersebut sempat membuat terjadinya penumpukan penumpang di Stasiun Yogyakarta.
"Kami mohon maaf kepada penumpang yang terdampak. Namun keselamatan tidak dapat dikompromikan ketika terjadi gempa," ungkapnya.
Baca Juga:Sehari Dua Kali: Kecelakaan Maut di Rel KA Yogyakarta, KAI Fokus Pendampingan Korban
Feni menambahkan, KAI Daop 6 langsung mengerahkan tim lapangan untuk memeriksa jalur secara menyeluruh. Bukan hanya rel yang diperiksa, tetapi juga jembatan, prasarana pendukung serta kondisi rangkaian kereta.
Hanya 29 menit setelah gempa dirasakan, seluruh lintas yang diperiksa aman. Pada pukul 12.34 WIB, seluruh KA yang sebelumnya mengalami BLB diperbolehkan kembali melanjutkan perjalanan.
Meski tidak sampai menghentikan operasional dalam waktu lama, kejadian tersebut menunjukkan gempa dapat langsung berdampak pada perjalanan kereta api. Dalam kondisi seperti ini, keterlambatan harus ditoleransi karena pemeriksaan jalur menjadi syarat utama sebelum kereta kembali bergerak.
"Bagi penumpang yang terdampak keterlambatan, informasi perjalanan dapat dipantau melalui contact center KAI121 di 021-121 maupun media sosial @kai121," paparnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi