Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Elite politik lebih sibuk pencitraan, sementara agenda kebencanaan serta komitmen politik untuk mitigasi dan pemulihan korban bencana masih diabaikan.

Nur Khotimah | Rosiana Chozanah
Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
Foto udara api membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
Baca 10 detik
  • Elite politik lebih fokus pada konsolidasi dan koalisi menuju Pemilu 2029, sementara agenda mitigasi dan pemulihan korban bencana absen dari platform partai.
  • Penanganan bencana bukan gagal karena teknologi, melainkan akibat lemahnya komitmen politik; anggaran mitigasi sering dipotong dan kebijakan tata ruang dilanggar.
  • Diskusi menegaskan Pemilu 2029 penting, tetapi nyawa rakyat lebih penting; publik diimbau menghukum parpol yang abai terhadap bencana dengan tidak memilih mereka.

Didik menekankan bahwa perhatian publik maupun elite politik hanya muncul saat fase tanggap darurat, lalu lenyap begitu saja.
Padahal, aspek mitigasi dan edukasi jangka panjang sangat krusial untuk menekan kerugian.

Didik juga menyoroti modal sosial masyarakat Indonesia yang kuat, seperti budaya gotong royong dan filantropi, yang sering bekerja secara autopilot tanpa kehadiran negara.

Namun, modal sosial tersebut tetap membutuhkan sinergi efektif dari pemerintah agar tepat sasaran.

“Kultur dan keinginan untuk membantu di masyarakat kita itu sangat tinggi. Cuman bagaimanakah itu bersinergi dan efektif untuk membantu, saya kira itu yang penting. Peran negara atau pemerintah adalah untuk mengkoordinasi dan mensinergikan itu agar tepat sasaran,” tegas Didik.

Baca Juga:Anggaran BNPB Terus Menyusut, Pakar Sebut Indonesia Bisa Terjebak dalam Siklus Respons Bencana

Seruan Moral dan Rekomendasi

Moderator Ari Junaedi menegaskan bahwa bencana semestinya menjadi isu politik yang etis, bukan sekadar teknis.

“Di tengah kondisi tersebut, negara sangat diharapkan hadir cepat, tepat dan berpihak. Sayangnya, justru realitas yang terjadi sebaliknya. Di mana para elit politik nasional sibuk memoles citra diri, berkoalisi dan menyusun peta kekuatan menyambut Pemilu 2029,” pungkas Ari Junaedi.

Diskusi ini pun menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, yakni:

- Agenda kebencanaan harus dimasukkan ke dalam platform dan AD/ART partai.
- Anggaran mitigasi perlu diperkuat dan tidak dijadikan korban efisiensi.
- Kader partai di daerah rawan bencana harus aktif dalam sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat.
- Isu bencana dijadikan indikator kinerja politik, bukan sekadar instrumen popularitas elektoral.
- Kesadaran etis elite politik nasional untuk meredam syahwat politiknya.

Baca Juga:Ancaman Bencana Kepung Jogja, DPRD Sindir Pemda: Anggaran Beli Tanah Ada, Keselamatan Warga Tak Ada

Diskusi ditutup dengan seruan moral, yakni Pemilu 2029 memang penting, tetapi nyawa rakyat yang hari ini berada di tenda-tenda pengungsian jauh lebih penting.

Kekuasaan yang abai terhadap penderitaan rakyat akan kehilangan legitimasinya. Arie Sujito bahkan mengingatkan publik agar menghukum parpol yang abai terhadap bencana dengan tidak memilih mereka pada Pemilu 2029.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak