SuaraJogja.id - Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif menyatakan pihaknya telah siap menyambut bulan Ramadan 2021. Termasuk salah satunya dengan persiapan jelang tarawih yang akan tetap dilaksanakan secara berjamaah di masjid.
"Ya kita persiapkan, kita sudah bersih-bersih masjid, kerja bakti begitu untuk supaya siap untuk digunakan. Kita juga sudah siapkan untuk protokol kesehatannya. Intinya kita selenggarakan salat tarawih dengan protokol kesehatan yang ketat penerapannya," ujar Azman saat dihubungi awak media, Senin (12/4/2021).
Azman menjelaskan meski salat tarawih tetap diselenggarakan namun hanya akan dilakukan secara singkat. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kerumunan yang terlalu lama di masjid.
"Salat tarawih dan kegiatan yang lain itu kita selenggarakan secara singkat-singkat. Tidak berpanjang-panjang gitu. Jadi kalau dulukan kita pernah selenggarakan salat tarawih satu juz lama gitu. Ini tidak, nanti surat yang dibaca pendek-pendek. Kemudian ada pengajian salat tarawih juga pendek-pendek saja tidak lebih dari 10 menit gitu," tuturnya.
Lebih lanjut, protokol kesehatan juga sudah dipersiapkan dengan baik dalam pelaksanaannya nanti. Mulai dari imbauan bermasker hingga cek suhu.
Terkait dengan kapasitas Masjid Gedhe Kauman sendiri setidaknya bisa menampung 600 jemaah saat tarawih nanti. Meski begitu, jarak antar jemaah juga sudah diatur agar tidak terlalu berkerumun.
"Kalau hitungan kami kalau bisa full itu sekitar 600. Tentu, sudah beri jarak. Jaraknya kalau antara titik yang satu dan titik yang lain, seadainya orang itu berupa titik ya 1,5 meter," terangnya.
Azman juga menyarankan agar para jemaah yang hendak mengikuti salat tarawih sudah berwudhu dari rumah masing-masing. Serta tetap untuk membawa perlengkapan ibadah sendiri.
"Bawa sajadah sendiri, mukena sendiri. Jadi kami tidak menyediakan karpet, sarung, mukena karena itu menjadi sumber kalau dipakai gonta-ganti orang," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Bawa Surat Hasil Rapid, Peserta UTBK di PTN DIY Dilarang Ikut Ujian
Disebutkan Azman, tarawih di Masjid Gedhe Kauman memang baru bisa dilaksanakan kembali pada ramadan tahun ini. Pasalnya untuk tahun sebelumnya tarawih berjamaah ditiadakan.
Terkait dengan tarawih yang dibagi dua sif, kata Azman, itu sudah dilakukan pihaknya pada tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk ramadan tahun ini hanya akan menyelenggarakan satu kali saja.
"Kalau dulu kami biasanya dua kali, sore hari abis isya dan jam 02.00 WIB dini hari. Tahun ini kami sudah cukup sekali saja yang sore sehabis isya itu," ujarnya.
Azman menjelaskan juga telah menyiapkan tempat khusus jika memang seandainya ada musafir yang datang. Tempat itu nantinya dipisahkan dengan tempat bagi jemaah yang berasal dari warga sekitar.
"Kalau terpaksa ada musafir begitu nanti akan kita pilahkan, akan kita tempatkan tersendiri. Susah juga untuk menolak jamaah gitukan. Umpayanya ada kita nanti pilahkan, sudah kita sediakan tempat khusus," ucapnya.
Kendati begitu, Azman tetap lebih menyarankan kepada masyarakat untuk datang ke masjid di tempat tinggalnya masing-masing. Mengingat kondisi saat ini masih dalam pandemi Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib
-
Purna Tugas sebagai Rektor UII, Fathul Wahid Ditetapkan sebagai Rektor Rakyat
-
Lurah Aktif Condongcatur Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi