Meski tak lagi jadi pusat pemerintahan, hingga kini sisa-sisa bangunan kuno masih bisa ditemui di kawasan Kotagede.
Buat kamu yang gemar dengan sejarah, tempat ini sangat pas dan nyaman untuk napak tilas kejayaan masa lampau.
Adapun lokasi yang bisa dikunjungi yakni Masjid Kotagede yang dibangun Sultan Agung pada 1644 masehi.
Kemudian ada Pasar Legi Kotagede. Pasar yang dibangun pada abad ke-16 tersebut disebut juga sebagai pasar tertua di Yogyakarta.
Lalu ada kompleks makam pendiri kerajaan yang lokasinya sekitar 100 meter ke arah Selatan dari Pasar legi Kotagede.
Di dalam kompleks ini terdapat sejumlah tokoh penting yang disemayamkan yakni Ki Gede Pemanahan, Sultan Hadiwijaya, Panembahan Senopati serta keluarganya.
2. Situs Warungboto
Sekitar 5 meter dari kawasan kota kuno Kotagede, jejak sejarah Kota Yogyakarta bisa juga dijumpai di situs Warungboto.
Dahulu, tempat wisata yang saat ini terletak di Jalan Veteran no. 77 tersebut merupakan pesanggrahan Rejowinangun yang sudah ada sejak abad ke-18.
Baca Juga: Satpol PP Amankan 2 Manusia Silver Usai Viral Diduga Gores Mobil di Jogja
Situs ini merupakan pesanggrahan raja dan keluarga yang dibangun di masa Sultan Hamengku Buwono II sejak masih berstatus pangeran dengan nama Pangeran Rejakusuma.
Situs yang dahulu memiliki mata air yang tak pernah surut itu kini telah jadi salah satu destinasi wisata sejarah.
Situs ini dibuka mulai dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Tiket masuknya cuma Rp3 ribu saja.
3. Keraton Yogyakarta
Berdiri di atas lahan seluas 14 ribu meter persegi, bangunan yang menjadi tempat raja Yogyakarta bertahta ini merupakan bangunan paling mencolok di antara bangunan lain di kawasan kota Jogja.
Bangunan yang diapit dua alun-alun ini merupakan rancangan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I. Modelnya terpengaruh dari Eropa yakni Portugis, Belanda serta dari Asia Timur yakni China.
Berita Terkait
-
Punya Jabatan di Kadin DIY, Ini Profil Wawan Harmawan yang Berebut Kursi Wakil Wali Kota Yogyakarta
-
Dari Pebisnis ke Politik: Mengungkap Kiprah Sri Widya Supena, Cawawali Muda Pendamping Heroe Poerwadi
-
Rekam Jejak Singgih Raharjo, Dari Dinas Pariwisata dan Pj Wali Kota Jogja Hingga Maju di Pilkada
-
Belasan Manusia Silver dari Luar Kota Diamankan Satpol PP Yogyakarta, Pendapatannya Bikin Melongo
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Rekam Jejak Praka Farizal: Sukses di Papua Hingga Lolos Seleksi Ketat Penugasan Lebanon
-
Momentum Earth Hour, BRI Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Nyata
-
Kampung Koboi Tugu Selatan, Inovasi Wisata Desa Berbasis Potensi Lokal dalam Program Desa BRILiaN
-
Jeritan Pilu Buruh di Jogja: dari Tiga Bulan Tak Digaji, Terjerat Pinjol, hingga BPJS Mati
-
Rencana Kepulangan Praka Farizal yang Tak Terwujud, Sang Ibunda Akui Sudah Terima Jadwal Penerbangan