Cerita Pendeta Sitorus Dirikan Gereja di Bantul hingga Ditolak Warga

Sitorus mengakui awalnya gereja yang didirikannya adalah rumah tempat tinggal

Bangun Santoso
Rabu, 10 Juli 2019 | 10:39 WIB
Cerita Pendeta Sitorus Dirikan Gereja di Bantul hingga Ditolak Warga
Rumah Sitorus yang berada di Desa Argorejo Kecamatan Sedayu Bantul yang menimbulkan sengketa. [Suara.com/Putu Ayu]

Hingga pada 2016 ketika ada pemutihan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kabupaten Bantul, Sitorus mulai mengurus izin terhadap bangunan tersebut sebagai rumah ibadah setahun setelahnya yakni pertengahan April 2017.

"Setelah dua tahun baru IMB keluar, Tepatnya tanggal 15 Januari 2019 kemarin, izinnya gereja. Kami punya 50 jemaah dan beribadah secara rutin tiap Minggu jam 08.00 pagi," katanya.

Selain dijadikan tempat beribadah, gereja yang awalnya adalah rumah tempat tinggal itu juga dijadikan tempat silaturahmi politik terutama saat pilpres kemarin.

"Kemarin saat pilpres ada sosialisasi KPU di sini, untuk umat Kristen," katanya lagi.

Baca Juga:Perusak Gereja Katolik Denpasar Sempat Menangis dan Memeluk Salib

Meski ada penolakan, Sitorus menyatakan akan tetap mempertahankan gerejanya agar menjadi rumah ibadah.

"Ibadah tetap lanjut, nanti kita akan bekerja dengan aparat keamanan untuk menjaga jemaah," imbuh Sitorus.

Kontributor : Rahmad Ali

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak