COVID-19 Mewabah, Kelompok Penyandang Disabilitas Sleman Produksi APD

Mereka meminjam salah satu APD dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul untuk dijadikan contoh.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 26 Maret 2020 | 15:45 WIB
COVID-19 Mewabah, Kelompok Penyandang Disabilitas Sleman Produksi APD
Salah satu penjahit APD dan Iswanto (kanan) mempraktikkan cara memakai APD hasil buatan sendiri di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Akses Kemandirian (Bank) Difabel Panggungsari RT 09/RW 23, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (26/3/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Bahan utama yang digunakan untuk membuat APD ini adalah spunbond dan parasut. Dua bahan ini sudah menjadi standar dari rumah sakit untuk pembuatan APD. Saat ini, dalam satu hari setiap orang diperkirakan dapat membuat hingga tujuh buah APD.

Hingga saat ini selain dari kendala tenaga jahit, menurutnya, pencarian bahan baku yang tidak mudah juga menjadi tantangan. Barang baku sudah terbilang langka karena banyaknya pihak yang memborong dan membuat harga terus meningkat.

Namun terkait pengadaan barang, kelompok difabel dampingan MPM PP Muhammadiyah ini masih dipasok secara langsung oleh PKU Muhammadiyah Bantul. Sedangkan, terkait keamanan dan kebersihan APD, kelompok difabel tetap berpedoman kepada anjuran rumah sakit, seperti memberlakukan social distancing dalam proses pembuatan, selalu memakai masker, hingga tempat produksi yang disterilkan terlebih dahulu dengan penyemprotan disinfektan.

Baca Juga:Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Jateng, 1 Tewas karena Melawan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak