Sempat Takut, Iwan Semangat Ikut Rapid Test Massal di Pasar Angkruksari

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Sempat Takut, Iwan Semangat Ikut Rapid Test Massal di Pasar Angkruksari
[Ilustrasi] Petugas medis mengamati sampel darah dari pekerja yang mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Aula Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat (1/5). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Bekerja sebagai seorang juru parkir, Iwan harus bertemu dengan banyak orang dan bersentuhan dengan berbagai jenis kendaraan.

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menggelar rapid test massal untuk pedagang dan pekerja di lingkungan pasar tradisional. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut ke 44 pasar di berbagi daerah dengan jumlah cakupan mencapai 8.582 orang.

Rapid test massal menyasar pedagang, keamanan, dan masyarakat berbagai elemen yang rutin beraktivitas di pasar. Salah satunya adalah petugas parkir Pasar Angkruksari, Iwan. Ia juga ikut menjalani RDT. Iwan mengaku menerima pemberitahuan satu hari sebelumnya bahwa akan dilaksanakan pengecekan antibodi tubuh secara massal tersebut.

Meski sempat merasa khawatir dan takut, tetapi Iwan mengaku penasaran dengan salah satu tes yang belakangan ini santer disebut di berbagai media seiring dengan perkembangan Covid-19. Rasa penasaran tersebut justru mengalahkan kekhawatiran Iwan dan membuatnya bersemangat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan secara gratis tersebut.

"Ya khawatir itu ada sedikit, tapi justru malah sekalian periksa saja untuk tahu kondisi diri. Mumpung gratis juga," ujar Iwan, Selasa (7/7/2020).

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, Iwan diminta membawa identitas diri dan menunjukkan kepada petugas. Ia bercerita, ada banyak petugas dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bersama dengan ratusan anggota Pasar Angkruksari lainnya, Iwan mengikuti antrean yang dipisah dalam empat baris.

Secara beruntun, satu per satu peserta mendatangi petugas untuk diambil darahnya. Rasa takut Iwan sendiri terpatahkan setelah menjalani tes berupa pengambilan darah di tangannya. Ia justru mengaku senang karena dapat merasakan tes RDT sekaligus mengetahui kondisi tubuhnya.

Bekerja sebagai seorang juru parkir, Iwan harus bertemu dengan banyak orang dan bersentuhan dengan berbagai jenis kendaraan. Rasa khawatir terpapar Covid-19 pun menggelayuti hatinya. Namun, desakan ekonomi dan tekanan kebutuhan hidup memaksanya harus tetap menjalani rutinitasnya yang lekat dengan mobilitas masyarakat.

"Hampir tiap hari ada Satpol PP yang mengoprak-oprak [mendesak] untuk menggunakan masker dan cuci tangan, pokoknya terkait corona itulah," imbuhnya.

Iwan mengungkapkan, sehari-hari pasar tempatnya bekerja kerap disambangi Satpol PP yang mengingatkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. Sebelum kegiatan ini, Iwan menjelaskan, ia sendiri tidak mengetahui apa itu rapid test dan seperti apa pelaksanaannya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS