Indeks Terpopuler News Lifestyle

Diduga karena Masalah Jantung, Seorang Pesepeda Tewas di Underpass YIA

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Minggu, 19 Juli 2020 | 10:53 WIB

Diduga karena Masalah Jantung, Seorang Pesepeda Tewas di Underpass YIA
Petugas datang mengevakuasi pesepeda yang meninggal di Underpass YIA, Minggu (19/7/2020). - (SuaraJogja.id/HO-Polsek Temon)

Sesampainya di underpass sekitar kurang lebih pukul 06.00 WIB, Sugiyanto tiba-tiba terjatuh dari sepedanya.

SuaraJogja.id - Kelelahan karena bersepeda diduga kembali menelan korban. Kali ini seorang pesepeda pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunia. Ia diketahui meninggal dunia saat bersepeda melewati Underpass Yogyakarta International Airport (YIA) Kapanewon Temon, Kulon Progo, Minggu (19/7/2020) pagi.

"Ya memang benar, ada pesepeda yang meninggal di Underpass YIA," kata Kapolsek Temon Kompol Riyono saat dikonfirmasi awak media, membenarkan hal itu.

Lebih lanjut, Riyono menjelaskan bahwa peseda tersebut diketahui bernama Sugiyanto dan berusia 61 tahun. Pria malang itu adalah warga Kalurahan Kedundang, Temon.

Riyono menambahkan, korban tidak sendiri saat bersepeda melewati Underpass YIA. Korban disebutkan bersepeda bersama rekannya, Slamet (58), warga Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih.

"Mereka bersepeda dari rumah Slamet menuju underpass menggunakan sepeda ontel," imbuhnya.

Namun, sesampainya di underpass sekitar kurang lebih pukul 06.00 WIB, Sugiyanto tiba-tiba terjatuh dari sepedanya. Slamet, yang berada di dekat korban, langsung berupaya untuk menolong.

Sayang, upaya tersebut tidak membuah hasil; Sugiyanto tetap tak merespons. Slamet pun langsung mencari pertolongan lain dari warga sekitar untuk melaporkan peristiwa itu ke Polsek Temon, PMI Kulon Progo, dan tim medis dari Puskesmas Temon.

"Namun ternyata setelah dicek korban sudah dinyatakan meninggal dunia," ucap Riyanto.

Ia menuturkan, Sugiyanto diduga mengalami masalah jantung saat bersepeda.

"Sesuai keterangan dari istri korban, almarhum rutin kontrol ke dokter tiap bulan dan rutin minum obat karena memang punya riwayat jantung," tandasnya, tak menyebutkan apakah korban mengalami henti jantung atau serangan jantung.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait