BPBD Gandeng FPRB Lawan Penyebaran Covid-19 di Bantul yang Makin Tinggi

pelatihan kepada masyarakat khususnya relawan FPRB itu akan digelar pada awal bulan Agustus

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 29 Juli 2020 | 16:33 WIB
BPBD Gandeng FPRB Lawan Penyebaran Covid-19 di Bantul yang Makin Tinggi
Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto ditemui di kantor bupati, Kamis (2/7/2020). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul akan memberdayakan para relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) guna melaksanakan desinfeksi dan pemulasaran jenazah terindikasi Covid-19. Hal itu seiring dengan terus meningkatnya kasus positif Covid-19 di Bantul.

"Untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 di Bantul, kami akan mulai melimpahkan sebagian tugas terkait dengan desinfeksi dan pemulasaran jenazah kepada masyarakat desa terutama rekan-rekan relawan FPRB," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, Rabu (29/7/2020).

Dwi menjelaskan bahwa hal itu guna mendukung pemerintah untuk bergotong-royong bersama menekan kasus positif Covid-19 di Bantul. Selain itu dengan pemberdayaan ini diharapakan bisa semakin meningkatkan sinergi antara pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat.

Menurut rencana pelatihan kepada masyarakat khususnya relawan FPRB itu akan digelar pada awal bulan Agustus. Pelatihan itu akan mencakup bagaimana cara melakukan desinfeksi yang benar, obat apa yang standar digunakan agar tidak merusak lingkungan hingga bagaimana prosedur yang benar dalam mengubur jenazah terindikasi Covid-19.

Baca Juga:Dukung Sekolah Daring, Diskominfo Bantul Bakal Gandeng Operator Seluler

"Ini tugas kita bersama supaya masyarakat juga tidak terlalu memandang negatif yang hingga berlebihan dalam menanggapi Covid-19 ini," ungkapnya.

Ditegaskan Dwi bahwa masyarakat sudah harus bisa mulai hidup berdampingan dengan Covid-19 karena memang belum dapat dipastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Menurutnya hingga saat ini stigma negatif yang ada di tengah masyarakat masih tergolong kuat.

"Stigma itu harus kita hindari karena memang ini ada persoalan bersama dan harus dihadapai juga dengan kebersamaan," tegasnya.

Dwi menambahkan kondisi tersebut yang membuat pemberdayaan masyarakat ini mempunyai peran yang krusial dalam menghilangkan stigma itu. Walaupun berjalan secara perlahan tetapi edukasi kepada masyarakat pasti akan terus dilakukan agar masyarakat juga mempunyai rasa tanggungjawab kepada sesama.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa 75 desa yang ada di Bantul sudah memiliki FPRB yang sebelumnya juga tergabung dalam gugus tugas tingkat desa. Setiap desa terdapat sekitar 50-75 anggota FPRB.

Baca Juga:Wabup Bantul Yakin Angka Kemiskinan Meningkat Selama Pandemi

"Nanti pemerintah akan mensupport sarana dan prasarananya, mulai dari obat-obatan desinfeksi dan sebagainya," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak