Insiden Pantai Goa Cemara, Komandan SAR: Pengunjung Sudah Diingatkan

Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto mengatakan, sejak kemarin sebenarnya sudah ada petugas yang berjaga di sekitar area pantai.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:43 WIB
Insiden Pantai Goa Cemara, Komandan SAR: Pengunjung Sudah Diingatkan
Bambang, adik kandung Joko Widodo, salah satu korban terseret ombak yang belum ditemukan di Pantai Goa Cemara, Jumat (7/8/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Sebelum terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Dukuh Patihan, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Kamis (6/8/2020), ketujuh korban sudah dingatkan oleh petugas untuk lebih berhati-hati saat bermain di pantai.

Hal itu diakui langsung oleh Bambang, kakak kandung salah satu korban yang masih belum ditemukan, Joko Widodo. Kendati ia tidak mengikuti rombongan ke Pantai Goa Cemara, Bambang dan adiknya sudah mengetahui bahwa pantai itu dijaga oleh petugas.

"Saya tidak ke sini [Pantai Goa Cemara] dalam beberapa waktu ini, tapi adik saya [Joko Widodo] juga berpikirnya pasti itu kan sudah dijaga oleh petugas," ujar Bambang kepada awak media saat ditemui di Pantai Goa Cemara, Jumat (7/8/2020).

Pernyataan itu diperkuat oleh keterangan Bambang, yang mengatakan adiknya, Joko, bersama sang istri tidak bermain di air atau bahkan berenang. Dijelaskan Bambang, Joko dan istrinya ikut terseret ombak ketika hendak mengejar anaknya yang lebih dulu terseret ombak.

Baca Juga:Ombak Besar Jadi Kendala Pencarian Jalur Laut Korban Pantai Goa Cemara

"Joko dan istrinya itu ngejar anaknya yang terseret. Mungkin karena masih anak-anak, mereka main bola terus ngejar bola ke arah air, kemungkinan seperti itu. Menurut saksi juga gitu," jelasnya.

Sementara itu, Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto mengatakan, sejak kemarin sebenarnya sudah ada petugas yang berjaga di sekitar area pantai. Hal itu dibuktikan dengan langsung ditemukannya dua dari tujuh korban walaupun akhirnya meninggal setelah tiba di Puskesmas Sanden.

"Sekitar tiga orang petugas yang berjaga kemarin. Sebenarnya juga sudah ada rambu-rambu berupa gambar palung yang di dalamnya, tertulis dilarang mandi di laut. Sudah dari kemarin terpasang dan diingatkan, bahkan keluarga pun sudah mengakui kalau sempat diingatkan oleh petugas," ujar Ali.

Ali menuturkan, karakteristik Pantai Goa Cemara memang lebih curam dibanding pantai lain seperti Pantai Parangtritis, yang mayoritas masih lebih landai. Di Bantul sendiri pantai bertipe curam itu ada di Pantai Parangkusumo sampai Pantai Kuwaru ke arah barat.

Kondisi yang lebih curam itu membuat arus air laut menjadi lebih kencang, sehingga tarikan arus ke arah selatan juga menjadi lebih kuat. Ali mengatakan, kondisi seperti ini membuat wisatawan tidak diperbolehkan mandi di laut.

Baca Juga:5 Korban Masih Hilang, Pencarian Hari Kedua di Pantai Goa Cemara Diperluas

"Jadi seperti cekungan gitu, antara daratan dan air itu ada cekungan, jadi seandainya korban masuk, akan terputar oleh arus air dan pasir. Dimungkinkan 24 jam itu sebenarnya masih mengambang, tapi belum muncul," kata Ali.

Diketahui sebelumnya, rombongan dari wilayah Sleman sebanyak 18 orang berkunjung ke Pantai Goa Cemara di daerah Bantul, Kamis kemarin. Kejadian nahas kemudian menimpa mereka pada sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 7 orang yang termasuk dari rombongan itu menjadi korban saat bermain bola di kawasan pantai.

Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta Asnawi Suroso mengungkapkan, lima korban masih dalam pencarian: Joko Widodo (30), Muh Zafir Zakie Alfarizi (8), Muhammad Rizki Romadhon (7), dan Ahmad Chairul Fatah (4), yang merupakan warga Cemoro, Tempel, Sleman. Sedangkan satu lainnya adalah Muhammad Zidan Abdari (8) yang merupakan warga Ngentak, Tempel, Sleman.

Sementara, dua korban, yakni Uli Nur Rochmi (28) dan Ahmad Nur Fauzi (30), telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sanden. Namun nahas, nyawa keduanya tidak tertolong sesampainya di sana. Hingga saat ini tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian, tetapi mengalami kendala ombak besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak