"Kita itu masih dalam situasi pandemi, kalaupun kita membolehkan kegiatan ekonomi, kita perlu tahu bahwa dengan meningkatnya mobilitas resiko menular tentu akan meningkat," terang Doni.
New Normal merupakan situasi dimana kondisi dapat berubah-ubah. Ketika angka penularan kembali tinggi, maka masyarakat harus bersiap untuk menarik rem darurat bersama. Mobilitas masyarakat menjadi salah satu penyebab utama tinggi rendahnya penyebaran covid-19.
Doni juga menerangkan bahwa dari sektor kesehatan sendiri tidak serta merta melarang adanya aktivitas ekonomi. Namun, sekali lagi ia menekankan mengenai pentingnya memperhatikan waktu kapan rem darurat harus ditarik dan bagaimana mengendalikan mobilitas masyarakat.
Tidak hanya kegiatan ekonomi, namun juga kegiatan Pemilihan Kepala Daerah yang masih harus terus berjalan. Jika pemilihan kepala daerah ditunda bisa menyebabkan kekosongan pemerintahan, namun jika dilanjutkan bisa saja pemimpin kehilangan masyarakat atau sumber daya yang ada.
Baca Juga:Masker Scuba Tak Efektif Tangkal Covid-19, Ini Penjelasan Dokter RSA UGM
Baik kegiatan ekonomi, politik hingga belajar mengajar semuanya perlu dihentikan terlebih dahulu ketika angka penularan meningkat tinggi. Hal tersebut, perlu disadari oleh semua orang untuk kemudian dirancang dalam penerapannya.
"Yang selama ini terjadi kan rancangannya kita menyesuaikan diri saja dengan protokol kesehatan, tapi tidak ada dalam rencana itu bahwa kita bisa sewaktu-waktu kita kembali dalam posisi itu." terangnya.

Untuk mengatasi jumlah pasien yang meningkat tajam, Doni menyatakan salah satu caranya adalah dengan menghentikan mobilisasi masyarakat terlebih dahulu. Tidak perlu hingga menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun cukup kembali mengimplementasikan apa yang sudah dilakukan pada bulan Maret lalu.
Dibandingkan dengan situasi di berbagai wilayah Indonesia lainnya, kebijakan jaga jarak yang diterapkan sebelumnya di DIY sudah cukup efektif. Setidaknya penularan cukup terkendali. Mustahil untuk bisa menghilangkan penularan sama sekali, karena tidak bisa menutup perbatasan antar daerah.
Namun, pemerintah bisa mengendalikan penularan pada titik dimana angka transmisi rendah, terkendali, dan masyarakat mulai bisa beraktifitas. Saat penularan kembali meningkat, maka masyarakat perlu kembali ke situasi sebelumnya dan hal demikian harus dilakukan secara berulang-ulang selama pandemi.
Baca Juga:Pakar UGM: PSBB Nggak Akan Matikan Perekonomian
Jaga jarak efektif di rumah