Jelang Kampanye Daring, Paslon Cuma Boleh Daftarkan 20 Akun Medsos

sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terbaru nomor 13 tahun 2020 kampanye akan diprioritaskan secara daring.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 26 September 2020 | 07:30 WIB
Jelang Kampanye Daring, Paslon Cuma Boleh Daftarkan 20 Akun Medsos
Ilustrasi Pilkada Serentak. [Ayobandung.com]

Ditegaskan Didik, jika masih ada pihak-pihak yang masih mengeyel atau tetap melaksanakan kampanye terbuka maka akan diberi sanski lisan hingga tertulis. Selain jika masih ditemukan lagi hal serupa maka akan ada pihak berwenang dari kepolisian yang melakukan pembubaran.

Didik menambahkan masa kampanye baru resmi akan dimulai pada besok 26 September hingga 5 Desember mendatang atau 71 hari. Namun masa kampanye sendiri hanya akan menjadi 70 hari karena dikurangi sehari sebab bertepatan dengan salah satu peringatan hari besar keagamaan yakni Maulid Nabi Muhammad 1442 H pada pertengahan Oktober mendatang.

"Jadi waktu efektif hanya 70 hari. Sudah ada kesepahaman dua paslon bahwa untuk kampanye khusus untuk pertemuan tatap muka dan terbatas akan dibagi secara zonasi bantul barat dan bantul timur," tandasnya.
 
Sementara itu Ketua Tim Kampanye pasangan calon Suharsono-Totok Sudarto (Noto), Arif Iskandar mengakui bahwa dengan hanya dua pasangan calon yang maju dalam Pilkada Bantul kali ini cukup berpotensi untuk memecah belah masyarakat. Namun hal itu perlu disikapi secara bijak oleh semua pihak bahwa baik paslon nomor satu atau dua adalah putra terbaik Bantul saat ini.

"Pada dasarnya kami sudah siap untuk melaksanakan kampanye, baik dari persiapan struktur, metode hingga bentuk kampanye sudah dipersiapkan," ujar Arif kepada awak media, Jumat (25/9/2020).

Baca Juga:Sudah Diundi, Ini Nomor Urut 4 Paslon Bupati dan Wabup Pilkada Gunungkidul

Demi mendukung kampanye damai, Arif telah mengimbau dan menginstruksikan kepada seluruh tim pemenangan Noto yang tersebar di setiap wilayah Bantul untuk menjauhi unsur kampanye hitam atau bahkan yang berbau SARA. Kampanye kali ini kata Arif harus bisa berjalan dengan santun dan berbudaya.

"Tidak perlu ada kampanye hitam, apalagi menyebarkan hoaks bahkan menimbulkan isu SARA dalam setiap kampanye. Kampanye harus tetap mempersatukan masyarakat," ucapnya.

Lainnya, Sekretaris Tim Pemenangan, paslon Abdul Halim Muslih dan Joko B. Purnomo, Rajut Sukasworo, menyetujui untuk melaksanakan kampanye damai yang bebas dari isu SARA, hoaks dan kampanye hitam. Menurutnya kampanye kali ini harus difokuskan untuk mengadu gagasan dan ide masing-masing paslon bukan malah memecah belah masyarakat.

"Tidak perlu cara-cara kotor hingga timbul perpecagan dan bahkan adu otot tapi harus damai serta menomor satukan demokrasi," kata Rajut.

Baca Juga:Resmi Bersaing di Pilkada Gunungkidul, 4 Paslon Undi Nomor Urut Hari Ini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak