Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada Ancaman La Nina, BPBD Bantul Imbau Masyarakat Bersihkan Irigasi

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:16 WIB

Waspada Ancaman La Nina, BPBD Bantul Imbau Masyarakat Bersihkan Irigasi
Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto ditemui di kantor bupati, Kamis (2/7/2020). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

"Waspada saja karena memang sudah memasuki peralihan musim. Dampak La Nina itu bisa sampai di wilayah Bantul."

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi anomali cuaca yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Hal tersebut diprediksi sebagai dampak dari potensi ancaman yang disebabkan oleh La Nina di Samudera Pasifik.

"Waspada saja karena memang sudah memasuki peralihan musim. Dampak La Nina itu bisa sampai di wilayah Bantul," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto saat dikonfirmasi awak media, Selasa (13/10/2020).

Dwi menyampaikan bahwa La Nina dapat berdampak atau memengaruhi perubahan angin menjadi lebih kencang dengan disertai curah hujan yang intensitasnya lebih tinggi. Dari dampak itu akan ditimbulkan efek domino kepada terjadinya potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor atau banjir.

Menurutnya, hal tersebut tidak bisa disepelekan dan harus menjadi perhatian sendiri bagi semua sektor ,baik pemerintah atau masyarakat secara luas. Dwi mengatakan, perlu ada upaya-upaya dari semua pihak untuk bisa meredam dampak potensi bencana di Bumi Projotamansari.

"Perlu kewaspadaan dan upaya yang nyata dari semua pihak untuk menekan dampak kerusakan dari potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu tersebut," tegasnya.

Dwi menjelaskan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mengantisipasi hal tersebut. Salah satu caranya adalah dengan membersihkan sungai dan saluran irigasi yang terdapat di wilayah masing-masing sebelum intensitas hujan mulai tinggi.

Selain itu, pemangkasan ranting dan dahan pohon yang sekiranya membahayakan masyarakat juga perlu dilakukan. Pasalnya, terpaan angin kencang tidak menutup kemungkinan menyebabkan pohon tumbang.

"Paling minimal dari pekarangan dan lingkungan masing-masing dulu saja. Itu cara paling sederhana untuk mengurangi risiko bencana ketika angin kencang dan hujan mulai datang," tuturnya.

Selain dari masyarakat, pihaknya juga bakal segera melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Koordinasi itu guna membahas meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi akibat La Nina yang bakal terjadi tersebut.

Terkait dengan ketersediaan Early Warning System (EWS) tanah longsor yang masih berfungsi dengan baik di wilayah Bantul, Dwi menyebut, saat ini setidaknya sudah ada 10 EWS. Semua EWS tersebut terpasang di beberapa titik daerah yang rawan terjadi tanah longsor.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait