Sama Bahayanya dengan Rokok, Begini Dampak Kesehatan dari Obesitas

obesitas merupakan salah satu modifiable risk factor dari berbagai macam penyakit.

Galih Priatmojo
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:40 WIB
Sama Bahayanya dengan Rokok, Begini Dampak Kesehatan dari Obesitas
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

Ia kemudian menambahkan jika pada obesitas di usia muda, angka serangan LBP akan meningkat secara signifikan dan menurut penelitian lain LBD pada pekerja bisa sangat mempengaruhi produktivitas kerja.

"Jadi buat tmn2 semua, dgn menghindari kondisi obesitas pada usia muda ,kita bisa cenderung terhindar dari kondisi LBP yg mengurangi produktivitas, dan jangka panjangnya(saat usia lanjut) bisa mengurangi resiko kerusakan sendi2 punggung dan saraf terjepit," jelas Dokter Asa.

Selanjutnya, dampak ketiga adalah masalah dan penyakit pada pembuluh darah. Menurut penjelasan dr Asa, kondisi obesitas akan meningkatkan resiko beberapa penyakit, seperti hipertensi, serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

"Kondisi obesitas akan meningkatkan resiko peny hipertensi, serangan jantung, gagal jantung dan stroke. Nah loh,uda persis bgt kaya akibat rokok kan?Terkait kondisi2 ini lebi lengkapnya bisa pantengin twit2 om @fsapradana," terangnya.

Baca Juga:Hujan Semalaman, Talut Jembatan Bailey Penghubung Bantul-Gunungkidul Ambrol

Lanjut ke dampak keempat, ia mengungkapkan jika kondisi obesitas akan menurunkan kesuburan baik pada pria ataupun wanita.

"Kondisi obesitas jg menurunkan kesuburan baik pada pria dan wanita,menurunkan angka sperma,bisa menyebabkan impoten,pada wanita resiko peny kista ovarium yg menyebabkan sulit pnya anak, resiko keguguran yg lebih tinggi, dll," jelas @asaibrahim.

Terakhir, dampak kelima. Asa menjelaskan jika kondisi obesitas juga akan berdampak pada psikologis. Banyaknya stigma dan peningkatan diskriminasi terkait dengan kondisi obesitas akan meningkatkan depresi.

"Kondisi obesitas jg menyebabkan dampak psikologis akibat banyaknya stigma dan peningkatan diskriminasi terkait dgn kondisi obesitasnya, terutama pada wanita,baik saat sekolah maupun kerja.
Kondisi depresi jg meningkat,terutama (juga) pada wanita dan obesitas pd usia muda," ungkapnya.

Pada akhir utasnya, @asaibrahim turut mengemukakan jika modifiable risk factor bisa dicegah dan dihindari. Ia juga turut menyemangati publik yang berusaha untuk menurunkan berat badannya.

Baca Juga:Jelang Debat Publik Pertama, 2 Paslon Pilkada Bantul Optimis Ungguli Rival

"Buat temen2 yg sedang berusaha menurunkan berat badan, semangat ya,pasti sangat susah dan menantang.butuh konsistensi yg luar biasa dan keteguhan yg tinggi. Tapi semangat terus yaa!untuk kesehatan di masa depan(dan masa kini) yg lebih baik lagi. Smgtt temen2!," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak