Setia RS atau klinik pasti sudah memiliki protokoler khusus yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Di antaranya ialah cek suhu tubuh cek, tidak boleh lebih dari 37,5 derajat celcius. Selanjutnya batuk, baik batuk ringan maupun berat, dan tentunya sesak nafas.
"Itukan semuanya ciri-ciri dari Covid-19, sebaiknya jangan datang. Kenapa? Karena selain menularkan ke satu orang dan ke orang lain, nanti akhirnya seluruh orang yang berada di daerah itu bisa saja terinfeksi," jelas dia.
3. Alat Pelindung Diri (APD) dokter lengkap
Baca Juga:Pandemi Belum Reda, Dokter Gigi Belum Berani Buka Praktik
Setiap dokter gigi, kata drg Rahma, pasti sudah dilengkapi dengan APD level 3 untuk memproteksi diri seaman mungkin supaya mereka juga tidak terinfeksi.
"Pasiennya gimana? Pasien boleh kok minta APD. Biasanya mereka dikasih gaun, biar cipratan cairan dari dalam mulut nggak nyiprat ke mana-mana. Gaun tertutup, penutup kepala, sampe sepatu ada juga. Bahkan ada juga yang mau pake sarung tanga, its okay itu hak pasien juga," ujar dia.
4. Lihat ruangan periksa apakah steril atau tidak
Adalah hak pasien untuk bertanya, apakah ruangan dokter dilengkapi vacuum aerosol atau air purifier atau tidak.
Sebagian besar dokter gigi, kata drg Rahma, saat berpraktik pasti dilengkapi vacuum aerosol atau air purifier untuk terus membersihkan dan melindungi ruangannya dari bakteri maupun virus.
Baca Juga:Arti Mimpi Tumbuh Gigi Baru, Bisa Jadi Tanda Kelahiran
"Saat masuk ke dalam ruangan, hak pasien lagi untjk tanya ini ruangannya sterilnya berapa kali? Pastinya sesering mungkin. Di tempat saya bekerja, pagi sebelum mulai, semua sudah smua disterilkan. Ruangan, alat, jendela, kursi dental, gagang pintu dan lainnya," ujarnya.