Ada Demo Bersenjata Jelang Pelantikan Joe Biden, Netizen: Real Call of Duty

Ancaman aksi demo bersenjata hantui pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris.

Galih Priatmojo
Senin, 18 Januari 2021 | 15:43 WIB
Ada Demo Bersenjata Jelang Pelantikan Joe Biden, Netizen: Real Call of Duty
Demonstran bersenjata terlihat beredar di sekitar gedung Capitol jelang pelantikan Joe Biden dan Kemala Harris. [VOA/Reuters]

Terancam dengan lebih banyak kekerasan dari pendukung Presiden Donald Trump setelah penyerbuan Capitol pada Rabu pekan lalu, FBI mengeluarkan peringatan untuk akhir pekan depan dan berlaku setidaknya sampai Hari Pelantikan, kata sumber itu.

Dalam langkah lain untuk melindungi ibu kota AS, Garda Nasional diberi wewenang untuk mengirim hingga 15.000 tentara ke Washington, dan turis dilarang mengunjungi Monumen Washington hingga 24 Januari.

Kepala Biro Garda Nasional Jenderal Daniel Hokanson mengatakan kepada wartawan bahwa dia mengharapkan sekitar 10.000 tentara di Washington pada Sabtu untuk membantu memberikan keamanan, logistik dan komunikasi.

Dia mengatakan jumlah itu bisa meningkat menjadi 15.000 jika diminta oleh otoritas lokal.

Baca Juga:Humvee-nya Dicuri, FBI Siapkan Hadiah Ratusan Juta Bagi yang Bisa Menemukan

Sedikitnya satu anggota parlemen meminta Pentagon untuk berbuat lebih banyak.

Senator Chris Murphy, yang mengatakan dia mengirim surat kepada penjabat menteri pertahanan pada Senin, mengatakan tidak jelas apakah Garda Nasional akan cukup untuk melindungi ibu kota negara dan pasukan dinas aktif mungkin diperlukan juga.

"Saya tidak takut mengambil sumpah di luar ruangan," kata Biden kepada wartawan di Newark, Delaware. Ia mengacu pada pengaturan tradisional untuk upacara pelantikan di halaman gedung Capitol.

Namun, dia mengatakan sangat penting bahwa orang-orang "yang terlibat dalam hasutan dan mengancam nyawa orang, merusak properti publik, menyebabkan kerusakan besar" dimintai pertanggungjawaban.

Panitia pelantikan Biden mengatakan pada Senin lalu bahwa tema upacara 20 Januari 2021 adalah "Amerika Bersatu."

Baca Juga:Joe Biden Akan Batalkan Larangan Muslim Trump pada Hari Pelantikan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak