50 Tahun Geronimo Jadi Radio Tertua di Jogja, Berjuang di Era Komunikasi Digital

Menjadi idola kawula muda yang terkenal dengan tagline "Love Jogja and You", stasiun radio ini ternyata sudah berusia 50 tahun.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Senin, 31 Mei 2021 | 19:03 WIB
50 Tahun Geronimo Jadi Radio Tertua di Jogja, Berjuang di Era Komunikasi Digital
Mantan penyiar Geronimo FM yang kini menjadi MC dan motivator, Lusi Laksita, menjajal siaran di stasiun radio setempat, Senin (31/05/2021). - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

SuaraJogja.id - Siapa tak kenal Geronimo FM. Stasiun radio ini menjadi teman banyak generasi untuk mendengarkan beragam genre musik sejak 1971 silam.

Menjadi idola kawula muda yang terkenal dengan tagline "Love Jogja and You", stasiun radio ini ternyata sudah berusia 50 tahun. Selama lima dekade berjuang untuk tetap bertahan ditengah era komunikasi digital.

Apalagi saat ini muncul Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik. Aturan tersebut mau tidak mau dipatuhi seluruh stasiun radio.

"Aturan itu sebenarnya memberatkan industri radio. Terlebih pp itu dikeluarkan saat pandemi covid-19," ujar penyanyi sekaligus Direktur Utama PT Radio Geronimo dalam perayaan ulang tahun emas Geronimo FM di radio setempat, Senin (31/05/2021).

Baca Juga:Lagi-Lagi Parkir "Nuthuk", Dishub Jogja Lakukan Patroli di Malioboro

Karenanya mau tidak mau ditengah gempuran COVID-19, radio ini mencoba berjuang saat banyak platform digital bermunculan. Tak hanya mengandalkan siaran dengan pemancar, teknologi baru juga coba dijadikan inovasi untuk tetap bertahan ditengah persaingan.

"Kita mencoba membuka akses untuk mendengarkan siaran geronimo lewat youtube, instagram, twitter, facebook dan aplikasi yang bisa didownload lewat playstore dan app store," ujarnya.

Sementara Helly B, Marketing Manager Geronimo FM menceritakan, tak banyak orang tahu stasiun radio ini menjadi satu dari dua radio swasta paling tua di Yogyakarta. Berawal dari siaran dari pemancar SW yang kemudian migrasi ke FM, radio ini dikembangkan anak-anak muda pada jamannya dengan nama Gembel Rapi atau Gemar Belajar Rajin Berpikir di frekuensi 106.1 FM.

"Gembel rapi inilah merupakan cikal bakal adanya radio geronimo. Pada
saat siaran, penyiar-penyiarnya memberikan gelar pada dirinya sendiri yaitu senator," jelasnya.

Pada 1971, radio tersebut dikelola sejumlah anak muda dengan nama-nama unik mereka. Sebut saja Sonny Kusuma Yuliarso (Senator Valentino), Gatot Kartiyoso (Senator Bonaparte), Abdul Syukur (Senator Ferdinand), Siswanto S. (Senator Onasis), Antono Widodo (Senator Antonio), Placidus Sudibyo (Senator Bonaventura), Ambar Suryanto (Senator Ambasador). Selain itu Suharto (Senator Romeo), Bambang Widjatmoko (Senator Bambino), Suprapto Purwijayanto (Senator Edison), Widodo S (Senator Gusti Budha), Alex Hartrisno (Senator Alexander), Sudjono S (Senator John O), Bambang
Setiawan (Senator Otto von Bismark), Waspodo (Senator Washington), dr Puranto (Senator Al Capone), Pranowo (Senator Old Shatterhand), dan Santo Sewoyo (Senator Santo Bolivar).

Baca Juga:Warga Tak Patuhi Aturan Saat Lebaran, Sultan Sesalkan Klaster Baru Bermunculan

Dikelola dengan format Top 40, radio ini sempat menjadi barometer musik. Sebab tak hanya menyuguhkan berbagai informasi mengenai dunia hiburan, seni budaya dan gaya hidup anak muda, Geronimo juga tidak meninggalkan konten lokal khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami juga aktif mengelola dan menyediakan wadah bagi komunitas anak muda," ujarnya.

Sejumlah musisi nasionl yang lahir dari Yogyakarta seperti Sheila in 7, Jikustik dan lainnya bagian dari sejarah perkembangan radio tersebut. Hingga kini berkembang musik-musik Indie yang juga mereka gandeng untuk diperdengarkan pada kawula muda.

Karenanya untuk tetap mempertahankan pendengar setia di 50 tahun keberadaannya, Geronimo mengajak mantan-mantan penyiarnya untuk kembali aktif memperdengarkan suara mereka selain meluncurkan lagu Viva Geronimo. Apalagi meski segmen pasar mereka anak muda, banyak pendengar berusia diatas 25 tahun juga terus mendengarkan siaran radio tersebut melalui berbagai platform digital.

"Banyak pendengar kami berada di amerika, jepang, dan kota-kota lain di dunia yang mengirim whatapps untuk meminta lagu atau sharing dalam beberapa program acara," paparnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak