Nilai PPKM Mikro Tak Maksimal karena Anggaran Terbatas, Satgas Covid-19 DIY Usul Jimpitan

Noviar merinci, saat ini tercatat ada 438 Kalurahan yang ada di DIY. Maka estimasi anggaran yang dibutuhkan pemerintah dalam satu bulan saja akan mencapai Rp100 miliar.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:10 WIB
Nilai PPKM Mikro Tak Maksimal karena Anggaran Terbatas, Satgas Covid-19 DIY Usul Jimpitan
Kepala Satpol PP DIY sekaligus Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DIY Noviar Rahmad - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Kendati begitu, Noviar menyerahkan keputusan dari usulan itu kepada masing-masing pemerintah desa atau kalurahan terkait termasuk dengan Ketua RT.

Terkait dengan penyebaran kasus Covid-19 sendiri sebelumnya diberitakan kasus COVID-19 di DIY terus saja mengalami kenaikan yang signifikan. Beberapa hari terakhir, penambahan pasien baru rata-rata di atas 400 kasus per harinya.

Menanggapi persoalan ini, Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan. Apalagi pandemi COVID-19 ini benar-benar nyata adanya dan sudah memakan korban banyak orang.

"Bagaimana kita perlu kesadaran bahwa corona itu riil (nyata-red). Orang harus hati-hati," ungkap Sultan.

Baca Juga:Hajatan Picu Lonjakan Covid-19 Gunungkidul, Keterisian Tempat Tidur RS 2 Kali Lebih Banyak

Sementara itu Kabupaten Sleman yang juga mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir turut mengambil langkah cepat dengan menerbitkan instruksi Bupati Sleman Nomor 14.

Instruksi itu berkaitan agar setiap kalurahan memiliki selter Covid-19. Surat instruksi tersebut ditetapkan pada Jumat (11/6/2021) dan dinyatakan mulai berlaku pada 14 Juni 2021.

Penyediaan shelter di setiap kalurahan itu dinilai penting untuk dilakukan. Pasalnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyebut isolasi mandiri tidak bisa dipastikan dari segi efektivitasnya.

Hal itu yang diduga mengakibatkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Sembada melonjak dalam kurun waktu seminggu terakhir.

"[Kemunculan banyak klaster Covid-19] ini yang melatarbelakangi terbitnya instruksi Bupati nomor 14 itu. Kita sudah kaji cukup lama sebetulnya, yang namanya isolasi mandiri tidak bisa dijamin efektivitasnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo.

Baca Juga:Warga Bekasi Dilarang Nobar Piala Euro, Siap-siap Disikat Satgas Covid-19 Jika Ngeyel

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak