Bonus Atlet Tuna Rungu di Bantul Urung Cair, Begini Penjelasan Disdikpora DIY

Sudah sejak Peparpenas 2019 lalu itu hingga sekarang belum ada kejelasan mengenai bonus yang dijanjikan kepada anaknya itu.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 11 Januari 2022 | 20:08 WIB
Bonus Atlet Tuna Rungu di Bantul Urung Cair, Begini Penjelasan Disdikpora DIY
Sarjana (49) melaporkan masalah bonus kejuaraan yang belum diterima anaknya ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, Selasa (11/1/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Sarjana menegaskan bahwa semangat anaknya itu anjlok akibat bonus dari raihan prestasi sebelumnya belum diberikan. Padahal hal itu memang sudah sempat dijanjikan oleh pendamping atau pelatih anaknya dulu sebelum dan setelah bertanding.

"Karena (bonus) itu memang pernah diutarakan dan dijanjikan sama pendamping atau pelatih," ungkapnya. 

Sudah sejak Peparpenas 2019 lalu itu hingga sekarang belum ada kejelasan mengenai bonus yang dijanjikan kepada anaknya itu. Semenjak itu juga Sarjana memperjuangkan hak anaknya dengan bertemu berbagai pihak agar masalah ini bisa terselesaikan. 

"Sudah ke Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Disdikpora DIY, dari dinas disuruh ke Kepatihan (Pemda DIY). Saya berhenti dulu, apa saya harus ketemu Gubernur atau gimana, kalau terpaksa saya pun bisa datang minta keadilan dengan adanya anak seperti itu. Sampai sejauh itulah saya berjuang dengan adanya seperti itu," tuturnya.

Baca Juga:Cerita Pria Lulusan SD di Bantul Pembuat Robot Raksasa, China dan Eropa Kepincut Karyanya

Hingga sampai pada titik ini, Sarjana pun akhirnya memutuskan mendatangi ORI DIY untuk membuat pelaporan terkait persoalan yang menimpa anaknya itu. Ia menyatakan persoalan ini sangat mempengaruhi semangat anaknya untuk kembali melanjutkan prestasinya.

"Masalah prestasi yang sudah tercapai gara-gara bonus tidak keluar itu kok anak saya jadi patah semangat. Memang karena anak saya dari kecil benar-benar sudah menderita karena anak difabel tuna rungu, sudah meraih kebahagiaan mendapat 3 medali emas itu kok tiba-tiba patah (semangat) karena hal-hal seperti itu," paparnya.

Sementara itu, Ketua ORI DIY Budi Masturi menyampaikan bahwa jawatannya masih akan terlebih dulu mencari data mengenai persoalan ini. Termasuk juga dengan rencana untuk melakukan klarifikasi ke pihak pelatih maupun instansi-instansi terkait lainnya.

"Kita harus klarifikasi ke pelatih apakah dianggarkan atau bagaimana Kita akan dengarkan keterangan pelatihnya. Kalau dianggarkan kok belum direalisasikan," ujar Budi.

Baca Juga:Kendalikan Harga Minyak Goreng, Bantul Akan Laksanakan Operasi Pasar

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak