Maksimalkan Potensi Jamu di Sektor Ekonomi Kreatif, Sandiaga: Bisa Jadi Welcome Drink di Hotel

Sandiaga Uno menuturkan jamu menjadi bagian penting dari dua subsektor ekonomi kreatif.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:35 WIB
Maksimalkan Potensi Jamu di Sektor Ekonomi Kreatif, Sandiaga: Bisa Jadi Welcome Drink di Hotel
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kunjungi sentra jamu di Sleman. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus menggodog potensi wisata berbasis kesehatan di masa sekarang ini. Salah satu yang menjadi perhatian yakni terkait dengan minuman kesehatan berupa jamu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno menuturkan jamu menjadi bagian penting dari dua subsektor ekonomi kreatif. Pertama terkait dengan sektor kuliner dan kedua mengenai pariwisata berbasis kesehatan. 

"Ini (jamu) adalah bagian dari dua subsektor ekonomi kreatif kita. Yaitu pertama adalah kuliner F&B tapi juga ini masuk ke dalam salah satu pilar dari pariwisata berbasis kesehatan atau health tourism. Wellness dan herbal tourism ini pilar kedua," kata Sandi saat berkunjung ke Padukuhan Gesingan, Merdikorejo, Tempel, Sleman, Jumat (14/1/2022).

Kemenparekraf sendiri bisa melihat ada banyak potensi jamu sebagai minuman kesehatan yang dimasukkan dalam bagian dari ekonomi kreatif itu sendiri. Walaupun memang masih ada banyak hal yang harus ditingkatkan.

Baca Juga:Sambangi Sentra Jamu di Sleman, Sandiaga Uno Berharap Bisa Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Misalnya saja saat Sandi berkunjung ke sentra jamu gendong di kawasan Tempel, Sleman itu. Ia sempat berbincang-bincang langsung dengan para perajin jamu gendong dan hasilnya banyak kendala yang ditemui.

"Jadi tadi hasil yang sudah kita sepakati adalah bagaimana membantu promosi, packaging atau kemasan agar lebih bagus, kebetulan ibu bupati sudah ada program tapi bisa kita tingkatkan ke level nasional dan harapannya bisa bantuan-bantuan berkaitan dengan alat-alat produksi," ungkapnya. 

Selain itu, kata Sandi untuk meningkatkan daya tarik dari jamu itu sendiri juga diperlukan kerja sama dari berbagai lini. Termasuk salah satu yang memungkinkan adalah dengan usaha perhotelan. 

"Ini yang nanti menurut saya menjadi daya tarik, welcome drink dari temen-temen PHRI bisa menggunakan kunir asam, dan kalau untuk dessert bisa menggunakan beras kencur karena manis," terangnya.

Jika sinergi itu bisa terus dibangun dan diperkuat lagi, Sandi meyakini bukan tidak mungkin jamu akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. Serta menguatkan sektor ekonomi kreatif dari sisi wellness tourism 

Baca Juga:Jejak Abdi Dalem Sebarkan Tradisi Minum Jamu di Yogyakarta: Dari Ginggang hingga Kiringan

"Jadi menurut saya ini langkah koordinasi dan kerja sama yang bisa dilakukan dari sektor ekonomi kreatif wellness tourism dan teruntuk juga kepada temen-temen di PHRI," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak