Sehingga memang, disampaikan Hempri, pemerintah maupun perusahaan harus memperhatikan dampak jangka panjang dari pembebasan lahan masyarakat ke depan. Sehingga kasus di Tuban ini tidak kembali terjadi.
"Jangan sampai proyek-proyek pembangunan justru memarginalisasikan masyarakat kecil dengan munculnya masyarakat miskin dan pengangguran," tegasnya.
Ditambahkan Hempri, pemerintah maupun perusahaan dapat memberikan pendampingan manajemen keuangan dan membentuk mental masyarakat untuk lebih berpikir jangka panjang.
Dalam hal ini kemudian, bisa saja kompensasi yang diberikan tidak hanya sekadar uang. Melainkan dibarengi juga dengan program-program alih profesi, pelatihan hingga keterampilan.
Baca Juga:Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Cuma Naik 1 Poin, Pukat UGM: Perbaikan Tak Signifikan
"Perusahaan dapat mengembangkan program-program tersebut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka untuk mengembangkan program-program alih profesi ini," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan tidak sedikit warga salah satu kampung di Tuban yang mendadak jadi miliarder berkat proyek PT Pertamina (Persero). Hal ini lantaran mereka menjual tanahnya ke BUMN bidang energi tersebut.
Kabar miliarder dadakan ini sempat jadi perbincangan media sosial. Namun kini, uang yang diperoleh warga konon telah habis hingga mengaku menyesal karena menjual aset mereka ke Pertamina.
Salah satunya disampaikan oleh Musanam yang awalnya menjual lahan karena dibujuk rayu oleh petugas pembebasan lahan kilang berkali-kali. Pria sepuh itu akhirnya bersedia melepas tanah dan rumahnya dengan ganti untung sebesar Rp 500 juta.
"Saya mau melepas tanah dan rumah untuk kilang karena dijanjikan dipekerjakan sebagai pembersih rumput di area kilang minyak. Pekerjaan itu masih mampu saya kerjakan meskipun sekarang usia sudah 60 tahun," ujar Musanam.
Baca Juga:UGM Gelar Kurasi Produk UMKM untuk Ekspor ke Jepang
Namun, janji tinggal janji, tawaran pekerjaan yang dinantikan tak kunjung datang. Sementara uang ganti yang ia peroleh sudah dibelikan rumah baru, namun demikian ia kini tak lagi memiliki pendapatan.