"Ini memang suatu masalah, tidak mungkin mengawasi selama 24 jam anaknya. Maka kami akan terus melakukan langkah-langkah persuasif, harapan saya dia sembuh dan tidak kumat lagi," ucapnya.
Halim juga berpesan agar Dwi mencari pekerjaan ketimbang menjual perabotan lantaran tidak punya penghasilan. Dwi sempat bekerja menjadi driver ojek online (ojol).
"Dia masih muda dan kuat, kalau mengikuti gaya hidup berapa pun pendapatannya tidak akan cukup. Jangan bersembunyi dibalik kebutuhan untuk memenuhi gaya hidup. Kalau jadi driver ojol ya cukup itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Warsito (63) pakde dari Dwi menuturkan Kamis (10/2/2022) malam selepas Maghrib ia mendengar ada mobil bak terbuka yang datang ke rumah Paliyem. Saat itu ia melihat Dwi dibantu kru mobil pick up tersebut tengah menaikkan almari dari dalam rumah.
Baca Juga:4 Terduga Teroris Ditangkap di Kabupaten Bantul, Bupati: Sel-sel Terorisme Masih Ada
"Saya kaget. Jangan-jangan Dwi jual lemari lagi," tutur Warsito dengan bahasa Jawa, Jumat (11/2/2022).
Mendengar hal tersebut, ia langsung lapor ketua RT setempat. Ketua RT langsung mendatangi ke rumah Paliyem dan mencoba bertanya kepada Dwi. Dan ternyata lemari tersebut dijual kembali ke orang lain.
Setelah sempat berdebat cukup lama akhirnya almari tersebut diturunkan kembali. Sementara Dwi sudah pergi tanpa jejak karena alasannya akan mencari ibunya terlebih dahulu untuk membayar ongkos mobil tersebut.
"Itu ramai sampai malam jam 11an kayaknya,"tambahnya.
Sebenarnya tabiat Dwi sudah kembali terjadi setelah Dwi dibebaskan. Dua hari setelah dibebaskan dari polisi, Dwi sudah membawa kompor gas sekaligus tabung gasnya. Alasannya karena akan dibawa ke tempat kerjanya, namun Warsito yakin barang tersebut dijual.
Baca Juga:Tertinggi sejak Muncul Omicron, Bantul Tambah 206 Kasus Covid-19
Dan 20an hari yang lalu, Dwi sudah menjual seperangkat meja kursi tamu. Padahal meja kursi tamu tersebut bantuan dari Yayasan sebuah gereja. Namun saat itu warga tidak ada yang mengetahuinya karena sebenarnya kunci rumah tersebut dititipkan ke Ketua RT oleh Paliyem.