"Ditungguin malam, kadang sore [beraksi]. Ditunggu sore sampai dini hari ternyata [beraksi] 05.30 WIB pagi. Kesulitannya itu," imbuhnya.
Menurut Agus, penanganan kasus ini cukup sukar ditangani salah satunya karena korban banyak yang memilih lapor ke media sosial, ketimbang ke polisi.
"Ciri-ciri pelaku juga kalau cuman kurus, tinggi kan banyak banget," tambahnya.
Agus menambahkan, beberapa waktu belakangan, aparat pernah menemukan plat nomor kendaraan terduga pelaku. Hanya saja kala dicek, nomor itu tidak sinkron dengan data identitas pemilik.
Baca Juga:Dua Begal di Brebes Didor, Saat Beraksi Ngaku Polisi dan Todongkan Pistol
"[Nomor] plat kami pernah dapat. Tapi pas dicek enggak ada, kosong. Ga sesuai riilnya. Itu sangat merepotkan," lanjut dia.
Melihat situasi dan kondisi itu, ia mendorong masyarakat lebih aktif melapor.
"Korban jangan kemudian karena takut lalu tidak memperhatikan. Kenali ciri-ciri pelaku lebih spesifik. Sehingga memudahkan kami pengungkapannya," tandasnya.
Sebelumnya kasus pelecehan seksual berupa begal payudara terjadi di sekitar Jalan Palagan-Jalan Damai, Ngaglik, Sleman. Dugaan itu dibagikan oleh akun Twitter @merapi_uncover, Kamis (14/7/2022).
"[Sleman] Korban begal payudara (lagi) udah niat sih itu sampe plat motornya dicopot. Masih area yang sama (Jalan Palagan, Damai), gimana dong meresahkan banget sudah banyak korbannya," tulis akun tersebut sembari menyematkan tangkapan layar para korban yang merasa mengalami peristiwa yang sama.
Kontributor : Uli Febriarni