Pasca Kenaikan Harga BBM, 120 Travel Trip Batal ke DIY

Akibat pembatalan travel trip tersebut, okupansi hotel pun mengalami penurunan.

Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 14 September 2022 | 15:15 WIB
Pasca Kenaikan Harga BBM, 120 Travel Trip Batal ke DIY
Ilustrasi mobil travel (Pixabay)

SuaraJogja.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru saja ditetapkan pemerintah mulai berdampak pada sektor pariwisata di DIY. Sekitar 120 travel trip atau perjalanan wisata ke kota ini dibatalkan.

"Belum tahu detilnya, tapi sekitar 30 persen atau 120 travel trip batal," ujar Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) DIY, Deddy Pranowo Eryono disela Travel Trip di Yogyakarta, Selasa (13/09/2022).

Padahal saat ini, menurut Deddy, okupansi hotel dan restoran di DIY mulai bangkit pasca pandemi Covid-19. Namun kenaikan harga BBM menjadikan upaya tersebut kembali tak bisa dilakukan secara optimal.

Sebab paket wisata pasca kenaikan BBM mengalami perubahan harga. Padahal banyak wisatawan yang sudah membeli paket wisata.

Baca Juga:Mobil Travel Wisatawan Masuk Jurang di Banyuwangi, 2 Warga Negara Jerman Jadi Korban

Mereka tidak mau ada penyesuaian harga oleh pengelola paket wisata. Akhirnya perjalanan wisata yang sudah direncanakan pun dibatalkan.

"Pengusaha bus dan wisata terpaksa menaikkan harga paket wisata, tapi wisatawan tidak mau, akhirnya cancel," ujarnya.

Deddy menyebutkan, pengusaha bus dan paket wisata memang mau tidak mau harus menaikkan harga. Begitu pula perhotelan dan restoran di DIY karena biaya operasional yang mulai mengalami kenaikan.

Akibat pembatalan travel trip tersebut, okupansi hotel pun mengalami penurunan. Kalau biasanya okupansi mencapai 60-70 persen maka saat ini tinggal 30-50 persen.

Dampak terbesar terjadi pada hotel-hotel bintang 2 dan dibawahnya. Sebab mereka tidak banyak menyediakan fasilitas untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) laiknya hotel bintang 3 hingga 5.

Baca Juga:Ramai-ramai Travel di Pekanbaru Naikkan Ongkos Seiring Kenaikan Harga BBM

"Karenanya kami minta pemkot dan kabupaten bisa mengadakan kegiatan, itu bisa untuk menggairahkan kami. Diskon pajak tidak perlu satu tahun, hanya 2-3 bulan, diberikan fasilitas itu. Mari itu di create, bisa pemerintah atau kami, monggo," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak