Pengusaha Tobong Gamping Menilai Penggantian Patung Kendang Jadi Tobong Gamping Kurang Estetik

rencana penggantian patung pengendang dengan Tugu Tobong Gamping sejak awal banyak menuai protes dari sejumlah elemen masyarakat Gunungkidul

Galih Priatmojo
Kamis, 22 September 2022 | 10:51 WIB
Pengusaha Tobong Gamping Menilai Penggantian Patung Kendang Jadi Tobong Gamping Kurang Estetik
sejumlah warga tolak rencana pemkab Gunungkidul bangun tugu tobong gamping di Bundaran Siyono. [HarianJogja.com]

Bahkan salah satu dua pengusaha Tobong Gamping yang tersisa di Gunungkidulpun menyatakan ketidaksepakatannya. Pengusaha asal Dusun Kajar 2 Kalurahan Karangtengah Kapanewon Wonosari, Wardoyo menuturkan jika dilihat dari sisi estetika Patung Kendang lebih bagus dibanding dengan Tobong Gamping.

Menurut pensiunan ASN DPU ini, Tobong Gamping tidak pas untuk Tugu Selamat Datang. Karena dari sisi desain dan keindahannya tidak memilki nilai seni yang baik. Ia justru mendukung jika Patung Kendang yang ada saat ini diperbesar.

"Ya sebetulnya kurang pantas. Malah lebih bagus Patung Pengendang itu, kalau perlu malah dibesarin (patungnya),"ujarnya.

Oleh karenanya, mumpung belum dilaksanakan sebaiknya ada revisi desain terlebih dahulu terkait bangunan Tobong Gamping. Ia berharap desain Tobong Gamping nanti lebih estetik dan tidak perlu ukuran yang besar. 

Baca Juga:Kementerian LHK Buat Pusat Pertanian Regeneratif di Gunungkidul

Karena jika menilik ukuran aslinya, maka Tobing Gamping justru akan menghalangi pandangan para pengguna jalan yang akan melintas. Sehingga ukurannya bisa lebih diperkecil, tidak seperti yang ia miliki berukuran ukuran 6x6 meter.

Meski terkesan tidak setuju namun Wardoyo tetap merasa senang dengan rencana tersebut. Minimal orang akan mengenang Tobong Gamping yang pernah mewarnai perekonomian masyarakat Gunungkidul meski kini tinggal 2 orang saja yang menekuninya.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak