Kota Yogyakarta Darurat Air Bersih: Ikan Wader Hilang, Sumur Warga Tercemar E-Coli

DLH Kota Yogyakarta membeberkan kualitas air di wilayahnya sangat buruk

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 22 September 2022 | 12:54 WIB
Kota Yogyakarta Darurat Air Bersih: Ikan Wader Hilang, Sumur Warga Tercemar E-Coli
ilustrasi pencemaran sungai. [Iqbal Asaputra / Suarajogja.id]
Seorang warga memancing di bantaran Sungai Code yang berada tepatnya bawah Jembatan Gondolayu, Kota Yogyakarta. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Seorang warga memancing di bantaran Sungai Code yang berada tepatnya bawah Jembatan Gondolayu, Kota Yogyakarta. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Kondisi itu bukan tanpa isapan jempol belaka. Very menjelaskan DLH Kota Yogyakarta telah mengambil sejumlah sampel dari beberapa tempat mengalirnya air di wilayahnya termasuk tiga sungai besar itu setiap tahunnya. 

Berdasarkan hasil pengujian beberapa sample pada tahun 2021 kemarin kondisi air tanah di Kota Yogyakarta berdasarkan hasil perhitungan status mutu air terhadap parameter yang diuji adalah cemar ringan. 

Perhitungan status mutu air tanah itu dilakukan dengan menggunakan metode IP serta baku mutu Permenkes Nomor 32 tahun 2017.

"Ada pemeriksaan fisik dan kimia. Secara umum konsentrasi parameter fisik berada di bawah baku mutu. Fisik itu ada kekeruhan, warna, dia bisa dilihat. Kalau pengukuran kimia ada sendiri," ujarnya.

Baca Juga:Peringati Hari Perhubungan Nasional, Dishub Kota Yogyakarta Bersihkan Rambu Lalu Lintas dari Aksi Vandal

Memang kondisi yang ditemukan adalah cemar ringan. Namun hal itu dilihat dari semua parameter yang diujikan tadi. Beda hasil jika kemudian parameter itu dilihat secara satu persatu.

"Jadi cemar ringan karena berdasarkan dari beberapa parameter," ucapnya.

"Padahal syarat air minum tidak boleh ada Coli-nya. Kalau ada Coli berarti tidak layak minum. Kalau misalnya kita ditanya gimana kondisi air tanah di Kota Yogyakarta, ya berdasarkan parameter ini tadi kita cemar ringan karena kita mengukur dengan berbagai parameter. Tapi kita tidak melihat secara spesifik coli. Jadi semua cemar ringan dengan semua parameter. Beda kalau diukur sendiri-sendiri. Bukan satu parameter," sambungnya.

Tak hanya hasil dari tahun lalu saja yang memprihatinkan. Melainkan dari tahun-tahun sebelumnya kualitas air sungai memang semakin memburuk.

"Kalau air sungai semakin hari semakin jelek. Nah 2022 seperti apa, ya saya rasa enggak akan jauh beda. Malah mungkin bisa lebih buruk. Kan penduduk masih sama," terangnya. 

Baca Juga:BLT Kompensasi Kenaikan Harga BBM di Kota Yogyakarta Mulai Disalurkan, Dipusatkan di Tiga Kantor Pos Ini

Buruknya kualitas air sungai menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat yang hidup di bantaran sungai. Terlebih, kata Very, air sungai itu dapat memengaruhi air tanah atau sumur yang berada di sekitarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak