Dua Sapi di Sleman Positif Terpapar LSD

Penyakit ini ditandai dengan adanya bentol di seputar leher sapi

Galih Priatmojo
Senin, 26 Desember 2022 | 20:27 WIB
Dua Sapi di Sleman Positif Terpapar LSD
Ternak terkena LSD.(dok/ist DP3 Sleman)

Penyakit LSD sejauh ini hanya menyerang pada ternak sapi dan kerbau. Masa inkubasinya 28 hari.

"Jika cepat ditangani, tingkat kematian ternak terpapar virus ini di bawah 10 persen. Namun tingkat kesakitan mencapai 45 persen", ucapnya.

Tingkat kesakitan tersebut, imbuh Pram, menyebabkan produksi susu, produksi daging menurun.

Menghadapi LSD, Pram meminta kepada peternak sapi maupun kerbau yang mendapati ternaknya mengalami gejala menyerupai LSD, agar segera melapor.

Baca Juga:Kuota Gas Melon Sleman Tambah 3 Persen untuk Kebutuhan Selama Nataru

"Agar segera ditindaklanjuti. Kami khawatir penularan LSD ini relatif cepat seperti wabah PMK," terangnya.

Kekhawatiran itu bukan tak beralasan, pasalnya setelah temuan dua sapi positif di Tridadi, Sleman, pihaknya juga menemukan dua sapi suspect LSD di wilayah Kapanewon Mlati.

Ia mengaku sudah datang langsung ke kandang ternak di Mlati. Kemudian memberikan pengobatan dengan menyuntikkan vitamin maupun obat luka.

"Yang suspect ini juga kami ambil darahnya. Ada dua ekor sapi yang kami ambil sampel darahnya dan akan diuji ke Bbvet. Kemudian, besok Bbvet juga akan tracing ke minimal 10 peternak," kata dia.

DP3 Sleman juga sudah memberikan informasi dan edukasi kepada para peternak di Sleman untuk mewaspadai LSD, kata Pram.

Baca Juga:Andritany Ingin Laga Tunda Persija vs PSS Sleman Cepat Temui Titik Terang

Peternak juga diminta memisahkan atau isolasi bagi ternak yang bergejala. Meningkatkan biosecurity kandang, disinfeksi secara rutin sekaligus menjaga kebersihan kandang. Karena salah satu vektor penularan penyakit ini adalah lalat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak