"Semoga bisa naik ya, soalnya di Jogja sendiri kan UMRnya rendah ya, tapi secara kebutuhan hidup cukup tinggi," terangnya.
Untuk upah sekarang, Hamada mengaku cukup, meski masih sangat pas-pasan. Makan sehari-hari bisa untuk dipas-pasin. Tapi kalau untuk main segala macam itu susah.
"Kalau untuk upah yang sekarang, cukup, tapi masih mepet sih. Makan masih bisa dimepet-mepetin, tapi kalau untuk main segala macam itu susah.", ujar Hamada.
Persis seperti Hamada, Ariq (25) yang juga berstatus karyawan sepakat bila UMP di DIY dinaikkan.
Baca Juga:Berapa Tarif Masuk ke Diorama Arsip Jogja?
Terlebih karena ia sudah berkeluarga. Jadi untuk memenuhi kebutuhan anak, istri, tentunya sangat tidak bisa jika mengandalkan UMP saat ini dalam sebulan.
"Harus dinaikkan sih, karena kan saya sudah berkeluarga ya. Jadi untuk memenuhi kebutuhan anak, istri, pakai umr Jogja sebulan itu ga cukup," katanya.
Pria asli Yogyakarta ini juga menambahkan bahwa mungkin UMP Yogyakarta akan cukup untuk orang yang masih hidup sendiri, belum berkeluarga.
"UMP Jogja mungkin akan cukup untuk seorang saja, untuk orang-orang yang belum berkeluarga. Tapi kalau untuk yang sudah berkeluarga seperti saya, tentu saja ga cukup ya", ucap Ariq.
Sebelumnya Gubernur DIY, Sri Sultan HB X memastikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY pada 2024 mendatang naik.
Baca Juga:Cara Masuk ke Diorama Arsip Jogja, Tempat Wisata Edukasi Sejarah Murah-meriah
"Nanti kita lihat saja, naiknya [ump 2024] pasti naik tapi naiknya berapa saya ndak tau," ujar Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (14/11/2023).