Metode yang digunakan pun masih sama dengan TPS3R. Selain itu, melalui Pemkotnya, digalakkan program pembatasan sampah, mulai dari civitas sekolah, perguruan tinggi dan kantor-kantor. Sasarannya adalah mengurangi penggunaan botol plastik dan diwajibkan menggunakan tumbler.
Kota Surakarta
Memiliki julukan Kota Bengawan, produksi sampah di tanah kelahiran Joko Widodo (Jokowi) ini diklaim mampu mengelola sampah hingga 93 persen. Artinya residu yang dihasilkan tentu lebih sedikit.
TPA Putri Cempo yang menjadi pembuangan akhir sampah rumah tangga masyarakatnya mampu dikelola hingga cukup menampung hingga tahun ke tahun.
Baca Juga:Minim Lahan TPS3R, Pemda DIY Sewakan Lahan TPST Piyungan untuk Kota Jogja
Di sisi lain, kesadaran warga, terutama di lingkungan padat penduduk juga mengaktifkan secara total bank sampah masing-masing. Sehingga sisa sampah yang dihasilkan sebagiannya bisa bernilai ekonomi.
Kabupaten Poso
Dari data Lokadata, Kabupaten Poso juga baik dalam mengelola sampah rumah tangga warganya. Memanfaatkan bank sampah hingga target mencapai Adipura, dilakukan perangkat pemerintahan untuk menjaga estetika kota yang asri.
Tercatat pada 2020 lalu DLH Poso mampu mengurangi produksi sampah, dari 7.961 ton tiap hari mampu dikurangi sebesar 1.570 ton per harinya.
Baca Juga:Percepat Desentralisasi Sampah Jogja, Kabupaten Didesak Bangun TPS3R di Tiap Kalurahan