Jangan Asal Kretek, Dokter Ortopedi Ungkap Pentingnya Diagnosis Sebelum Pengobatan Tulang

Luthfi menambahkan, sebenarnya Indonesia sudah mulai menggunakan teknologi robotic untuk membatu penanganan kasus tulang belakang.

Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 30 Agustus 2024 | 16:32 WIB
Jangan Asal Kretek, Dokter Ortopedi Ungkap Pentingnya Diagnosis Sebelum Pengobatan Tulang
Dokter spesialis Ortopedi Luthfi Gatam menyampaikan paparannya disela ISASS 2024 di Yogyakarta, Jumat (30/8/2024). [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

SuaraJogja.id - Praktik Chiropractic atau pijat kretek-kretek tengah ramai. Tak hanya masyarakat awam, sejumlah selebritis pun baru gandrung pijat tersebut untuk mengatasi masalah pada tulang, otot maupun persendian.

Dokter spesialis Ortopedi dari Gatam Institute Orthopaedic and Spine Center, Luthfi Gatam disela ISASS 2024 yang dihelat di Yogyakarta, Jumat (30/8/2024) menghimbau agar masyarakat berhati-hati memilih pijat alternatif chiropractic tersebut. Sebab dimungkinkan banyak pijak kretek-kretek yang abal-abal, bahkan ilegal.

"Chiropractic atau tukang kretek itu [bisa saja] ilegal [bila tanpa keilmuan], tapi kalau pijat untuk kenikmatan ya nggak masalah, tapi bukan untuk pengobatan," ujarnya.

Berbeda dengan pijat alternatif yang lain, masalah pada tulang, otot ataupun persendian membutuhkan diagnosa dari dokter maupun fasilitas kesehatan lainnya. Bila asal saja dipijit kretek-kretek tanpa diagnosa yang tepat, maka dikhawatirkan bisa memperparah masalah kesehatan tersebut.

Baca Juga:BI Perkirakan Inflasi Oktober Capai 0,05 Persen

Apalagi saat ini kasus gangguan atau cedera pada tulang belakang dan otot di Indonesia cukup tinggi. Sebut saja kasus tulang yang bengkok mencapai 5,5 juta kasus ditemukan. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 persennya butuh dioperasi.

Begitu pula kasus low back pain atau nyeri punggung yang juga cukup tinggi. Dari data Badan Kesehatan Dunia WHO, hampir 40 persen dari 2 Miliar penduduk dunia pernah mengalami nyeri punggung.

"Kalau sakit pinggang perlu diagnosisnya baru tahu pengobatannya seperti apa. Jangan melakukan diagnosis sendiri, harus diketahui dokter ortopedi untuk pengobatannya," ujarnya.

Luthfi menambahkan, sebenarnya Indonesia sudah mulai menggunakan teknologi robotic untuk membatu penanganan kasus tulang belakang. Jumlah dokter ahli ortopedi pun juga cukup banyak.

"SDM kita sebenarnya tidak kalah dari singapura dan negara lainnya. Ini yang perlu disampaikan ke masyarakat agar tidak asal periksa gangguan tulang belakang," ungkapnya.

Baca Juga:Layanan Pijat Bibir ini Jadi Sorotan Warganet: Penggibah Harus Cobain!

Sementara President PCI-IOSS, I Gusti Lanang mengungkapkan hingga saat ini belum banyak rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas kesehatan untuk mengatasi masalah tulang belakang. Padahal kebutuhan sarana untuk penanganan kasus tulang belakang sangat diperlukan.

"Belum semua rumah sakit punya robotic system untuk membantu menganalisa kasus tulang belakang," tandasnya.

Dokter ahli ortopedi lainnya, Yudha Matha menambahkan, perlu kerjasama dari ahli berbagai dunia untuk menangani masalah gangguan tulang belakang. Kolaborasi dalam bedah tulang belakang akan memunculkan terobosan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kolaborasi akan membuat banyak pihak bisa bertukar ide, berbagi penelitian dan terobosan terbaru," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak