Ingin Berhenti Merokok dan Atasi Fobia? Hipnoterapi Bisa Jadi Solusinya

Tak jarang dari mereka tertarik untuk mengenal lebih lanjut mengenai kegiatan hipnoterapi.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 18 September 2024 | 21:43 WIB
Ingin Berhenti Merokok dan Atasi Fobia? Hipnoterapi Bisa Jadi Solusinya
Ilustrasi hipnoterapi (Freepik)

SuaraJogja.id - Apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata hipnonsis? Tidak jarang stigma negatif masih sangat mudah ditemukan.

Padahal hipnoterapi klinis dapat dimanfaatkan sebagai terapi pendukung atau metode alternatif. Tujuannya untuk mengatasi berbagai keluhan psikologis dan gangguan emosi, termasuk agar berhenti merokok.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Kwartarini Wahyu Yuniarti menjelaskan neurosains merupakan bidang studi yang mempelajari tentang sistem saraf atau sistem neuron. Terkhusus dengan pendekatan multidisiplin, salah satunya adalah psikologi.

"Kajian neurosains penting dikembangkan dalam riset hipnoterapi klinis untuk menjelaskan respon neurologis dan fisiologis yang terjadi akibat dari intervensi yang diberikan," kata Kwartarini, dalam keterangannya tertulisnya dikutip, Rabu (18/9/2024).

Baca Juga:Sembarangan Merokok di KA Daop 6 Yogyakarta, 11 Penumpang Diturunkan

Kwartarini sendiri sudah melakukan riset sejak tahun 2019 lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan hipnosis dalam terapi mengakibatkan perubahan yang cepat.

Dalam hal ini diimplementasikan pada kasus berhenti merokok dan fobia spesifik melalui memory reconstruction.

"Perubahan positif pada subyek penelitian ini meyakini saya kalau hipnoterapi klinis dapat dimanfaatkan secara maksimal," ungkapnya.

Belum lama ini, Fakultas Psikologi UGM bersama Kelompok Penelitian Hypnotic Guided Imagery and Transpersonal Research Studio (HGI Studio) melaksanakan workshop terkait hal itu. Peserta dari latar belakang dan profesi berbeda pun ikut dalam acara tersebut.

Tak jarang dari mereka tertarik untuk mengenal lebih lanjut mengenai kegiatan hipnoterapi dan implementasinya dalam praktik psikologi modern.

Baca Juga:Sakit Hati Ditolak Balikan, Seorang Pria di Sleman Nekat Coba Bunuh Mantan Pacar

Di sela kegiatan workshop, Kwartarini mengajak peserta untuk mengenali kekuatan yang tersimpan pada diri sendiri. Para peserta diminta untuk mengikuti arahan seperti menarik dan mengeluarkan napas, kemudian berkonsentrasi penuh.

"Rasa berterima dan kasih sayang amat penting. Anda tidak dapat menyayangi tanpa mulai menerima," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak