Senandung Serak Warga Ringinsari di Tengah Kusutnya Pembangunan Tol Solo Jogja

Pembongkaran rumah di Dukuh Ringinsari, Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Depok, Sleman mendapat protes keras dari warga.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 20 September 2024 | 10:45 WIB
Senandung Serak Warga Ringinsari di Tengah Kusutnya Pembangunan Tol Solo Jogja
Ilustrasi Pembangunan Tol Solo Jogja. [Suarajogja.id/Ema Rohimah]

Ketika itu dia bergerak dalam usaha penggilingan padi setidaknya pada medio 2000-2006. Namun usaha itu tak berjalan mulus hingga akhirnya bangkrut.

Setelah itu dia memutuskan untuk mencari nafkah dengan menjadi supir truk di Jakarta. Sedangkan istrinya pindah ke Jogja untuk bekerja. Tak ingin berpisah terlalu lama dengan sang istri, Arifin memutuskan untuk mencari cara agar bisa bekerja di Jogja.

Singkat cerita pada 2008 awal dia pindah ke Jogja tepatnya di Ringinsari ini. Setelah mencoba menabung selama lebih kurang tiga tahun, dia memutuskan mencari rumah.

Bertemulah Arifin dengan rumahnya saat ini, meskipun pada saat itu dia dan keluarga masih harus bersusah payah melunasi rumah ini. Namun pada akhirnya pada Januari 2011 rumah ini bisa terbeli.

Baca Juga:Tol Solo-Jogja Ruas Kartasura-Klaten Diresmikan Jokowi Besok, Kemungkinan Masih Gratis Sebulan

"Memang banyak lika-liku. Jadi ini memang saya betul-betul perjuangan saya beli ini, memang jerih payah sendiri, usaha sendiri, memang saya betul-betul bukan dari warisan atau apa. Jadi rumah ini benar-benar bersejarah buat kami," tuturnya.

"Kami merasa eman tidak tinggal di sini karena usaha saya di sini, saya sudah nyaman dengan lingkungannya. Kalau saya harus pergi eman-eman, dan juga terus terang karena untuk dibelikan tanah lagi di sini juga sudah enggak cukup," ucapnya. 

Jika bisa memilih, Arifin mengaku memilih tidak terkena tol. Harapan Arifin itu sebenarnya hampir terpenuhi, sebab sejak awal rumahnya justru tidak terkena dampak pembangunan.

"Pertamanya ini kan sebetulnya tidak kena, yang kena cuma yang timur ini enggak kena, ternyata terus berubah-ubah. Jadi ini berubah-ubah, memang tidak sekali gitu aja, beberapa kali pokoknya, akhirnya rumah saya jadi kena, itu pun juga tidak semua," terangnya.

Bakal berbeda kondisinya ketika rumahnya tersebut terdampak sepenuhnya. Dia tak perlu khawatir lagi untuk memutuskan pindah, walaupun jika memang harus pindah Arifin mengatakan tetap akan mengusahakan mencari lahan lain di sekitar rumah lamanya.

Baca Juga:Membentang 22 Kilometer, Jalan Tol Jogja-Solo Ruas Kartasura-Ngawen Diresmikan Jokowi Besok

Namun dengan hanya sebagian saja yang terkena ini membuat semuanya serba was-was. Di satu sisi uang ganti rugi tak cukup membeli lahan baru karena harga makin tinggi dan di satu sisi dari segi dampak pembangunan pun masih harus dipikirkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak