Keracunan Makanan Marak, Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Masih Menyisakan Banyak PR

pemberian makan siang gratis ini sebenarnya menarik untuk dilaksanakan di Indonesia. Apalagi masalah anak sekolah di Indonesia tidak cuma stunting tapi juga obesitas.

Galih Priatmojo
Kamis, 26 September 2024 | 18:20 WIB
Keracunan Makanan Marak, Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Masih Menyisakan Banyak PR
Ahli Gizi dari Yogyakarta, Dyah Suryani menyampaikan komentar program makan siang gratis Prabowo-Gibran di Yogyakarta, Kamis (26/9/2024). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

Sementara Direktur Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO) Recfon, Herqutanto mengungkapkan berdasarkan pengalaman Kemendikburistek dalam mengembangkan Program Gizi Anak Sekolah (ProGas) sejak 2017 menunjukkan pemberian makan di sekolah bukan hanya soal membagikan makanan. 

"Namun harus melibatkan analisis pola makan dan edukasi gizi," tandasnya.

Ada beberapa tantangan dalam penyediaan makanan siang gratis. Yakni SDM dan pengelola makanan di sekolah. Penyediaan makanan berkualitas melibatkan banyak aspek, seperti kebersihan bahan baku dan alat makan, serta kualitas bahan pangan yang digunakan.

Namun terkadang, praktik yang kurang baik masih terjadi. Misalnya makanan yang dihangatkan kembali karena sisa sehingga mengurangi nutrisi. 

Baca Juga:Ganjar dan Enam Dosen UGM Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Berpengaruh di Dunia

"Ini adalah dampak dari tantangan dalam penyediaan makanan di sekolah, yang masih menghadapi banyak kendala," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak