Dorong Penguatan Industri Maritim di Indonesia, PT PAL Jalin Kerja Sama dengan UGM

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menuturkan bahwa industri maritim bukan hanya domain jurusan perkapalan atau kelautan saja.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 24 September 2024 | 12:55 WIB
Dorong Penguatan Industri Maritim di Indonesia, PT PAL Jalin Kerja Sama dengan UGM
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dan Rektor UGM Ova Emilia. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

SuaraJogja.id - PT PAL Indonesia terus melakukan penguatan industri maritim. Tidak hanya membangun dari segi sarana dan prasarana pendukung kelautan, peran sumber daya manusia (SDM) juga tidak luput dari perhatian.

Salah satunya upaya yang dilakukan yakni melalui program PAL Goes to Campus. Pada kesempatan kali ini, PT PAL berkesempatan untuk menyambangi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menuturkan bahwa industri maritim bukan hanya domain jurusan perkapalan atau kelautan saja. Melainkan berbagai jurusan lain yang ada di perguruan tinggi.

"Ya PT PAL memiliki kewajiban untuk bisa menjelaskan ke stakeholder bahwa industri maritim itu bukan hanya domainnya jurusan perkapalan atau jurusan kelautan," kata Djenod, ditemui di Fakultas Teknik (FT) UGM, Selasa (24/9/2024).

Baca Juga:Indonesia Darurat Hoaks Krisis Iklim: Akankah AI Jadi Solusi?

"Tapi industri maritim itu adalah domain dari seluruh jurusan teknologi baik itu mesin, arsitek, sipil dan sebagainya itu juga menjadi bagian daripada industri maritim," imbuhnya.

Diungkapkan Djenod, industri maritim menjadi tulang punggung bagi majunya peradaban dunia. Sehingga semua pihak perlu untuk menaruh perhatian.  

"Maka PT PAL memiliki kewajiban untuk goes to campus menjelaskan tentang arti pentingnya industri maritim yang bukan hanya domain dari jurusan perkapalan," ucapnya.

UGM sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Djenod menilai UGM sebagai salah satu universitas besar yang memiliki berbagai keahlian-keahlian khusus. 

"Kita memilih universitas-universitas yang memiliki keahlian-keahlian khusus dan universitas besar tentunya dan UGM salah satu universitas besar di Indonesia yang memiliki keahlian-keahlian khusus misalnya seperti di jurusan teknik nuklir, di sipil untuk membangun kerja sama dengan industri. Nah ini yang kami pilih untuk bisa berkomunikasi dengan UGM," terangnya.

Baca Juga:Revolusi Energi: UGM Kembangkan Hidrogen untuk Gantikan Bahan Bakar Fosil

Dia berharap dapat terjalin sinergi yang baik antara PT PAL dan UGM. Terlebih dalam membangun negeri dengan menguatkan SDM di berbagai sektor. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak