Diteror Film Horor, Jogja Berlimpah Cuan

Menjamurnya film horor yang menghiasi bioskop tanah air ternyata jadi berkah bagi sektor pariwisata di Jogja. Ekonomi lokal di wilayah Jogja pun turut tumbuh secara positif

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 19 November 2024 | 15:01 WIB
Diteror Film Horor, Jogja Berlimpah Cuan
Ilustrasi film horor. [Suarajogja/Iqbal Asaputro]

"Standar industri sekarang tuh Rp11-12 miliar tapi itu enggak terlalu harus, di bawah itu dengan low budget orang masih bisa bikin film dan filmnya diterima," ucapnya.

Penyokong Ekonomi Kreatif

Dengan fleksibilitas produksi dan dampak ekonominya yang luas, film horor semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif Indonesia. Dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga pengembangan destinasi wisata, genre ini membuktikan bahwa ia bukan sekadar hiburan, melainkan juga investasi yang berdampak besar.

"Makanya sebetulnya bisnis ekraf dan di Indonesia itu ekraf-nya bidang film salah satu yang potensial marketnya gede juga, itu adalah bisnis yang bisa jadi penggerak tambahan buat Indonesia. Film horor memang banyak produksinya dan scara ekonomi kontribusinya oke," tuturnya.

Baca Juga:Dukung Partisipasi Masyarakat, Layanan Rekam KTP Kota Jogja Tetap Buka saat Pilkada 2024

Tak hanya sebatas dalam satu genre saja, Hikmat bilang, semua genre film memiliki peluang yang sama dalam menumbuhkan perekonomian kreatif di Indonesia.
 
"To be fair apapun bentuk filmnya tetap saja kalau dia memang tumbuh ya akan menghidupkan atau berdampak juga pada ekonomi lokal. Bagaimana pun produksi film pasti punya dampak lokal, makanan, tempat penginapan, orang juga jalan-jalan, pendapatan daerah, misal dengan sewa tempat," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak