Harga Cabai di DIY Masih Tinggi, Disperindag Imbau Masyarakat Belanja dengan Bijak

Disperindag DIY melakukan berbagai upaya untuk kendalikan harga cabai. Diantaranya pemantauan perkembangan harga secara rutin dan berkomunikasi dengan kabupaten dan kota

Galih Priatmojo
Jum'at, 10 Januari 2025 | 14:15 WIB
Harga Cabai di DIY Masih Tinggi, Disperindag Imbau Masyarakat Belanja dengan Bijak
ilustrasi penjual cabai di pasar. [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJogja.id - Harga cabai di Yogyakarta yang mencapai lebih dari Rp 100 ribu per kg saat ini ternyata bukan tanpa sebab. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mencatat, sejumlah penyebab mengakibatkan harga cabai bisa melonjak tinggi.

"Pasokan cabai, khususnya cabai rawit memang terbatas saat ini yang berakibat pada tingginya harga cabai," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati saat dihubungi, Jumat (10/1/2025).

Yuna mengungkapkan, rendahnya pasokan karena serangan hama pada tananam cabai di sejumlah daerah. Selain itu musim hujan yang ekstrem akhirnya membuat petani gagal panen.

"Permintaan yang cukup banyak selama nataru sedangkan pasokan rendah juga mengakibatkan harga cabai jadi tinggi," jelasnya.

Baca Juga:Belanja Wisatawan yang Berkunjung ke Sleman Berkisar Rp1,778 Juta, Paling Tinggi dari Australia

Per Jumat 10 Januari 2025, harga cabai rawit merah sekitar Rp 100 ribu per kg, cabai keriting merah sekitar Rp 60 ribu. Sedangkan harga cabai keriting hijau Rp sekitar 40 ribu per kg.

Karenanya Disperindag DIY melakukan sejumlah upaya untuk mengendalikan harga cabai. Diantaranya melalui  pemantauan perkembangan harga secara rutin dan berkomunikasi dengan kabupaten dan kota dalam memantau pasar di DIY. 

"Masyarakat kami minta melakukan belanja bijak sehingga diharapkan minggu kedua dan seterusnya harga sudah mulai menurun [harga cabai]," ungkapnya.

Sementara salah seorang pedagang sayuran di Pasar Beringharjo, Ida Habibah mengakui harga cabai, terutama rawit merah masih cukup tinggi hingga mencapai Rp 100 ribu per kg. 

"Kalau untuk cabai keriting mulai turun, kalau cabai rawit masih fluktuatif sampai seratus ribu per kg," jelasnya.

Baca Juga:Memasuki Libur Nataru, Sejumlah PO Bus di Gunungkidul Mulai Naikkan Harga Tiket

Kenaikan harga yang cukup signifikan untuk cabai rawit, lanjut Ida terjadi sejak awal Desember 2024 lalu. Hujan deras membuat pasokan ke pedagang menurun, khususnya cabai rawit.

"Kami ambil dari kaliurang dan tempel, dan sekarang sedikit pasokannya untuk cabai rawit," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak