Stop Buang Sedotan Sembarangan, Bupati Bantul Geram, Ini Alasannya

Masyarakat harus sadar untuk terus menjaga lingkungan dari sampah plastik termasuk di pantai.

Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 21 September 2025 | 17:00 WIB
Stop Buang Sedotan Sembarangan, Bupati Bantul Geram, Ini Alasannya
Ilustrasi sampah plastik menggunung. (ist)
Baca 10 detik
  • Sampah plastik masih menjadi jenis sampah yang masih ditemui di pantai Bantul
  • Pemkab Bantul sudah menyiapkan puluhan tempat sampah di setiap lokasi wisata
  • Maka Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta dengan tegas agar wisatawan tak membuang sampah plastik di pantai

SuaraJogja.id - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata pantai di wilayah Bantul untuk tidak membuang sampah plastik, khususnya sedotan, secara sembarangan.

Menurutnya, sedotan plastik menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan di kawasan objek wisata.

Karena itu, Bupati Halim mengajak seluruh pengunjung untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Imbauan ini juga disampaikan bersamaan dengan kegiatan Gerakan Kebersihan Massal dalam rangkaian World Clean Up Day 2025 yang digelar di Pantai Goa Cemara pada Sabtu kemarin.

Baca Juga:Sampah Menggunung: Jogja Kembali 'Numpang' Piyungan, Kapan Mandiri?

Kegiatan tersebut melibatkan pelajar, komunitas, hingga organisasi masyarakat.

Bupati Halim menekankan agar wisatawan tidak membuang sedotan plastik di area pantai, melainkan memasukkannya ke tong sampah yang tersedia.

"Sedotan plastik ini paling lama terurai, sehingga harus kita hentikan kebiasaan membuang sembarangan," ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (21/9/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persoalan sampah di Kabupaten Bantul masih cukup serius.

Saat ini, sekitar 70 persen timbunan sampah merupakan sampah organik.

Baca Juga:Cara Cerdas Jogja Atasi Darurat Sampah: Sisa Makanan Jadi Pakan Ternak, Tiap Warga akan Diberi Ember

Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk mengelola sampah organik secara mandiri di rumah tangga masing-masing.

Meski pemerintah daerah sudah memiliki sejumlah tempat pengelolaan sampah, jumlahnya masih belum memadai untuk menampung seluruh produksi sampah.

Karena itu, pengelolaan mandiri di tingkat keluarga menjadi langkah penting untuk mengurangi beban.

Pemkab Bantul juga terus mengajak masyarakat untuk membudayakan perilaku membuang sampah pada tempatnya demi menjaga kebersihan lingkungan.

"Mari kita wujudkan Bantul yang bersih dari sampah. Dengan sampah yang terkelola baik, hidup kita akan lebih sehat, bahagia, dan sejahtera," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak