Lambat Tangani Korban, Muhammadiyah Desak Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional Sumatera

PP Muhammadiyah desak Presiden segera tetapkan status bencana nasional Sumbar-Aceh karena penanganan lamban

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 19 Desember 2025 | 14:04 WIB
Lambat Tangani Korban, Muhammadiyah Desak Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional Sumatera
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mendesak penetapan status bencana nasional Sumatera dan Aceh di Yogyakarta, Jumat (19/12/2025). [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • PP Muhammadiyah mendesak Presiden Prabowo segera tetapkan status bencana nasional banjir Sumatera dan Aceh akibat penanganan lamban.
  • Penetapan status nasional penting untuk efek psikologis menenangkan korban sekaligus mempercepat mobilisasi sumber daya dan koordinasi.
  • Muhammadiyah menyoroti perlunya pendekatan kemanusiaan berbasis kajian akuntabel, bukan hanya pendekatan keamanan politis.

Dalam konteks yang lebih luas, Muhammadiyah mengaitkan isu penanganan bencana dengan prinsip kemanusiaan, kebangsaan, dan nilai-nilai keagamaan. Ketiganya disebut tidak bisa dipisahkan dalam membaca kebijakan publik. Ajaran agama tidak berhenti pada doktrin, melainkan harus teraktualisasi dalam kebijakan yang berpihak pada manusia dan keadilan sosial.

Karena itu, desakan penetapan status bencana nasional tidak hanya dimaknai sebagai tuntutan administratif. Namun lebih dari itu sebagai ujian keberpihakan negara pada nilai-nilai kemanusiaan. 

Muhammadiyah menilai saat ini adalah momentum penting bagi pemerintah untuk menunjukkan kepemimpinan moral, merespons penderitaan warga secara cepat. Dengan demikian negara benar-benar hadir di tengah krisis.

"Jika langkah tegas itu diambil, Muhammadiyah optimistis berbagai gejala sosial yang muncul, termasuk simbol-simbol kekecewaan publik, tidak akan berlanjut," ungkapnya.

Baca Juga:Prabowo Turun Tangan, Indonesia Kirim Kontingen Terbesar ke SEA Games Berkuda, Target Emas

Sementara Rektor UMY,  Achmad Nurmandi bencana di Sumatera dan Aceh disebut sebagai bentuk resource curse atau kutukan sumber daya alam (SDA). Padahal tiga provinsi terdampak memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari hutan, tambang, hingga minyak dan gas. 

Namun kekayaan itu justru tidak memberi manfaat optimal bagi masyarakat, sebaliknya meningkatkan kerentanan terhadap bencana.

"Bencana alam ini tidak terlepas dari tangan-tangan manusia, dari kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang terjadi satu atau dua dekade lalu," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Yogyakarta Tak Lagi Primadona: Peminat Kuliah di PTS Anjlok Drastis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak