- Pemerintah berencana menerapkan WFH satu hari seminggu bagi ASN dan swasta pasca Lebaran untuk menekan pembengkakan subsidi BBM global.
- Pengamat meragukan efektivitas WFH karena ketiadaan variabel paksa seperti pandemi, berpotensi disalahgunakan pekerja untuk mobilitas lain.
- Kebijakan WFH berisiko menurunkan pendapatan UMKM dan transportasi, disarankan fokus pembatasan BBM subsidi untuk kendaraan tertentu.
"Jangan sampai penerapan WFH satu hari seminggu memberikan manfaat (benefit) penghematan subsidi BBM, tetapi sektor lain yang harus menanggung biayanya (cost)," tegasnya.
Ia menyarankan bahwa penghematan subsidi akan jauh lebih efektif jika pemerintah berani membatasi akses BBM subsidi hanya untuk kendaraan umum dan sepeda motor.
Hal ini dinilai lebih mampu menyelamatkan anggaran sebesar Rp120 triliun per tahun akibat BBM Subsidi yang tidak tepat sasaran dibandingkan sekadar mengandalkan kebijakan WFH.
"Terapkan kebijakan pembatasan subsidi BBM agar tepat sasaran. Mekanisme, BBM subsidi hanya untuk sepeda motor, kendaraan angkutan barang dan orang. Di luar itu, semua mobil pribadi harus beralih ke BBM Non-Subsidi," pungkasnya.
Baca Juga:Pakar UGM: Prioritaskan Kebutuhan Dasar dan Dukungan Psikososial Penyintas Banjir Sumatera