Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer

Wisatawan keluhkan oknum fotografer di Malioboro yang minta bayaran Rp5.000 di area plang ikonik. Pemkot Yogyakarta segera lakukan pembinaan dan penertiban.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 28 Juli 2026 | 18:34 WIB
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
Plang Malioboro yang sering jadi spot foto wisatawan, Selasa (28/7/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Wisatawan mengeluhkan oknum fotografer di Malioboro yang meminta bayaran Rp5.000 untuk berfoto di plang ikonik tersebut.
  • Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyatakan penyesalan dan berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta untuk melakukan pembinaan fotografer.
  • Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Jogomaton telah berulang kali memberikan teguran serta melakukan penertiban terhadap properti fotografer.

SuaraJogja.id - Keluhan wisatawan terkait aktivitas oknum fotografer di kawasan Malioboro, Yogyakarta, ramai di media sosial. Wisatawan mengaku dimintai uang saat hendak mengambil foto maupun merekam video di sekitar plang bertuliskan "Malioboro".

Salah satu wisatawan bahkan menyebut dirinya diminta membayar Rp5.000 ketika hendak membuat video di lokasi tersebut. Fotografer yang berada di lokasi disebut mengklaim plang yang digunakan untuk berfoto merupakan properti miliknya.

"Tukang foto di Malioboro tuh kenapa nyebelin banget ya, mau take video cinematic di plang Malioboro itu eh tetapi ada oknum bilang gini, 'ini properti kami, kalau berkenan difotokan cuma 5K (Rp5.000) aja'," tulis wisatawan tersebut melalui unggahan di Merapi Uncover.

Wisatawan itu mempertanyakan alasan adanya permintaan pembayaran tersebut. Terlebih, ia mengira plang yang berada di kawasan Malioboro merupakan fasilitas atau ikon yang dipasang oleh pemerintah dan berada di ruang publik.

Baca Juga:Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi saat dikonfirmasi, Selasa (26/7/2026) mengatakan pihaknya menyesalkan apabila benar terjadi permintaan pembayaran terhadap wisatawan saat berada di sekitar plang Malioboro yang dipasang pemerintah.

"Secara umum kami menyesalkan apabila benar terjadi peristiwa tersebut pada plang Jalan Malioboro yang dipasang oleh pemerintah, yang saat ini menjadi ikon pariwisata," paparnya.

Namun Imam menjelaskan terdapat fotografer yang memang membawa plang atau properti sendiri dan menawarkan jasa foto kepada wisatawan di kawasan tersebut. Keberadaan fotografer dengan properti pribadi ini disebut menjadi salah satu fenomena yang selama ini muncul di kawasan Malioboro.

Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, persoalan tersebut telah diketahui oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Pembinaan terhadap para fotografer rencananya dilakukan pada Kamis (30/7/ 2026) oleh UPT Cagar Budaya di bawah Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. 

Imam menyebut, pemda ingin memastikan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta mendapatkan pengalaman yang aman dan nyaman.

Baca Juga:Yogyakarta Jadi Magnet Turis Asing, 126 Ribu WNA Gunakan Kereta Sepanjang Semester I 2026

"Yang terpenting bagi Dispar DIY adalah memastikan wisatawan memperoleh rasa aman, nyaman, dan menyenangkan saat berwisata di Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni mengatakan aktivitas fotografer yang membawa properti sendiri di kawasan Malioboro sebenarnya telah berulang kali ditertibkan.

Petugas bahkan telah memberikan teguran langsung kepada fotografer yang membawa dan menempatkan properti di area yang tidak semestinya.

"Sebenarnya aksi dari para fotografer ini sudah kami tertibkan berkali-kali, termasuk properti mereka. Saya sendiri pernah menegur langsung dan meminta untuk ditempatkan di tempat mereka menyimpan properti," jelasnya.

Ia menambahkan, upaya penertiban juga dilakukan bersama Jogomaton yang telah berulang kali memberikan teguran. Mereka juga mengingatkan para fotografer agar tidak mengganggu aktivitas wisatawan maupun ketertiban kawasan.

Selain penertiban, pemerintah juga berupaya membuka akses pengaduan bagi wisatawan. Diantarana masyarakat bisa menyampaikan informasi mengenai layanan aduan disampaikan melalui media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini