- Pakar Lingkungan UMY Rijal Ramdani menyatakan penanganan karhutla di Indonesia masih reaktif dan minim anggaran pencegahan di Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).
- Masyarakat Peduli Api yang bertugas melakukan patroli dan deteksi dini di lapangan belum mendapat dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah.
- Pemerintah harus memastikan agenda restorasi gambut tetap berjalan secara berkelanjutan setelah masa tugas BRGM berakhir pada Desember 2024.
Selain anggaran, Rijal juga meminta pemerintah memastikan agenda restorasi gambut tetap berjalan setelah Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) berakhir masa tugasnya pada Desember 2024.
Hal ini penting mengingat pembasahan gambut, pengelolaan tata air dan pembangunan sekat kanal merupakan langkah penting untuk menjaga gambut tetap basah sehingga tidak mudah terbakar.
Berakhirnya BRGM pun tidak boleh menjadi alasan melemahnya agenda restorasi. Fungsi tersebut harus diteruskan oleh kementerian, pemerintah daerah maupun lembaga terkait dengan dukungan anggaran yang jelas
"Jika pola lama terus dipertahankan, Indonesia berpotensi kembali berada dalam lingkaran yang sama," imbuhnya.
Baca Juga:Salah Desil Bisa Pengaruhi Bansos, Dinsos Gunungkidul Buka Jalur Koreksi Data
Kontributor : Putu Ayu Palupi