Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa

Rencana kuliah gratis di PTN dukung perluasan akses pendidikan, namun akademisi ingatkan pentingnya lindungi PTS dari risiko kehilangan mahasiswa lewat insentif adil.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 23 September 2026 | 15:36 WIB
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
Ilustrasi Mahasiswa (Freepik/rawpixel.com)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto berencana menggratiskan biaya pendidikan hingga perguruan tinggi negeri untuk memperluas akses pendidikan.
  • Akademisi Unisa Yogyakarta Gerry Katon Mahendra menyatakan kebijakan tersebut berisiko membuat perguruan tinggi swasta kehilangan mahasiswa operasional.
  • Gerry mengusulkan perluasan KIP Kuliah, pembatasan kuota PTN, dan insentif fiskal agar perguruan tinggi swasta tetap bertahan.

Gerry mengusulkan agar pemerintah tidak hanya memikirkan skema pembebasan biaya di PTN, tetapi juga memperkuat kebijakan pendamping bagi PTS.

Salah satu opsi yang dia dorong adalah memperluas Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Saat ini, KIP Kuliah memang dapat digunakan mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk kuliah di PTN maupun PTS. Program tersebut memberikan pembebasan biaya pendidikan kepada penerima dan bantuan biaya hidup sesuai ketentuan.

Menurut Gerry, perluasan skema bantuan dapat menjadi salah satu cara agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki pilihan untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi.

Baca Juga:PTN Buka Pendaftaran Sampai Oktober, Nasib PTS Terancam?

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kuota mahasiswa baru di PTN.

“Kuota mahasiswa di PTN juga dibatasi secara jumlah dan waktu agar PTS memiliki ruang yang cukup untuk menyeleksi mahasiswa,” katanya.

Gerry juga mendorong agar kebijakan beasiswa diarahkan berdasarkan kebutuhan nasional. Ia mencontohkan bidang STEM dapat menjadi salah satu prioritas apabila pemerintah ingin mengarahkan kuota beasiswa pada sektor yang dianggap strategis.

Namun, PTS yang memiliki program studi dengan bidang yang sama juga dinilai perlu mendapatkan ruang dalam skema tersebut.

Insentif Fiskal untuk PTS

Baca Juga:Tidak Terakreditasi, 84 PTS di Kota Ini Terancam Gulung Tikar

Alternatif berikutnya adalah memberikan insentif fiskal kepada PTS apabila pemerintah nantinya menerapkan pendidikan gratis secara penuh di PTN.

Gerry menyebut sejumlah opsi, mulai dari pengalihan KIP Kuliah PTN ke PTS, keringanan pajak operasional hingga kemudahan mendapatkan hibah untuk menopang kegiatan perguruan tinggi.

“Jika nantinya program kuliah gratis akan dilaksanakan di PTN secara penuh, PTS harus mendapatkan insentif yang adil agar tetap dapat bertahan,” katanya.

Di sisi lain, Gerry juga mendorong agar aspek mutu tetap menjadi bagian dari kebijakan.

Menurut dia, kampus yang mendapatkan dukungan pemerintah perlu memenuhi standar mutu tertentu. Dalam kerangka tersebut, PTS dengan kualitas yang memenuhi persyaratan juga dapat dipertimbangkan memperoleh kuota beasiswa.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat kebijakan pendidikan gratis tidak hanya berorientasi pada status kampus negeri atau swasta, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan kebutuhan mahasiswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak