Cerita Mistis Relawan PMI yang Kerap Makamkan Jenazah COVID-19 Malam Hari

M Nurhadi | Muhammad Ilham Baktora
Cerita Mistis Relawan PMI yang Kerap Makamkan Jenazah COVID-19 Malam Hari
Petugas PMI Sleman melakukan assesment kepada sejumlah warga dan pemangku wilayah sebelum pemakaman dilakukan. [Dok-PMI Sleman]

Tidak hanya suara misterius, mereka juga pernah melihat secara langsung wajah salah satu jenazah muncul tiba-tiba di dalam mobil ambulance.

SuaraJogja.id - Bergerak untuk kemanusiaan adalah prinsip yang dipilih Septiadi Pitianta, salah satu relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman. Ia sudah bergabung di relawan kebencanaan dan kemanusiaan sejak 2006 silam. 

Berbagai kejadian yang ia lewati sejak erupsi Gunung Merapi tahun 2006 silam menjadikan dirinya lebih dekat dengan alam dan masyarakat.

Ditengah wabah corona saat ini, ayah tiga anak itu menceritakan pengalaman mistis selama menjadi Satgas Covid-19 PMI Sleman. Adi mengatakan, dari 12 kali memakamkan jenazah diduga Covid-19, 11 diantaranya dilakukan saat malam hari.

"Tim kami namakan Tim Pendak Bengi Sobo Makam (tim tiap malam mengunjungi makam) atau TPBSM. Karena setiap memakamkan jenazah kebanyakan pada saat malam," kelakar Adi saat ditemui Suarajogja.id di kantor PMI Sleman, Kamis (7/5/2020).

Pria yang akrab dipanggil Adi ini menuturkan, pemakaman biasa dilakukan dini hari. Terkadang, bahkan prosesi pemakaman memakan waktu hingga subuh bahkan pagi hari.

"Sebelum memakamkan, saya bersama teman harus bertemu dengan pemangku wilayah untuk memberitahu bahwa ada pemakaman jenazah di TPU setempat. Biasanya jam 10 malam saya sudah datang ke makam. Bayangkan saja waktu malam seperti itu kami masuk ke dalam lingkungan makam," kisah adi.

Biasanya, ia selalu mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam area pemakaman. Hal serupa juga dilakukan relawan lain yang biasa memakamkan jenazah diduga Covid-19 saat malam hari.

"Jadi kami tetap kulonuwon sebelum masuk dan berdoa juga setelah selesai pemakaman. Artinya kami mencoba menghormati penunggu yang ada di makam tersebut," kata Adi.

Adi menceritakan ia bersama timnya pernah beberapa kali mengalami hal mistis saat bertugas. Tidak hanya sekedar menampakkan diri, beberapa kali timnya juga diajak berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata.

"Pernah ketika memakamkan di TPU wilayah Kalasan pada bulan April. Biasanya kami mengantar jenazah menggunakan 2 mobil. Satu ambulance untuk personil dan lainnya untuk jenazah. Namun karena pada hari itu harus memakamkan 2 jenazah, alhasil mobil yang biasanya ditumpangi personil juga digunakan untuk membawa jenzah," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS