Kisah Neas Wanimbo, Pulang Papua Kenakan Toga Guna Bahagiakan Keluarga

"Semoga lewat saya punya kisah bisa memotivasi anak-anak pedamalan lainnya untuk tetap semangat belajar dan pulang bisa bangun daerah," tulisnya

M Nurhadi
Rabu, 24 Juni 2020 | 06:39 WIB
Kisah Neas Wanimbo, Pulang Papua Kenakan Toga Guna Bahagiakan Keluarga
(Linkedin/Neas-Wanimbo)

SuaraJogja.id - Saat wisuda adalah salah satu momen dalam hidup yang paling membahagiakan, tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita.

Tentunya menjadi hal yang luar biasa saat kita bisa menikmati momen tersebut bersama orang-orang yang dikasihi. Ada sebuah cerita dari tanah Papua, disampaikan oleh akun Twitter @BulbaSalim melalui jepretan layar, ia menunjukkan potret mahasiswa bernama Neas Wanimbo yang baru saja menempuh studinya.

Sepintas, tidak ada yang spesial dari foto tersebut. Hanya sebuah foto wisuda bersama keluarga, namun bila ditelusur lebih jauh, foto ini menyampaikan makna yang mendalam.

"Di hari kelulusan saya, ibu saya tidak dapat menghadiri hari wisuda di Jakarta, padahal saya adalah salah satu mahasiswa lulusan terbaik di bidang extra kurikuler, saya ingin kesakali pencapaianku ini bisa disaksikan langsung oleh orang tuaku tetapi karena tidak mampu membeli tiket penerbangan dari Wamena-Jakarta," tulis Neas Wanimbo melalui akun Linkedin miliknya.

Baca Juga:Ratu Tisha Asyik Bertani di Tengah Kegaduhan PSSI dengan Shin Tae-yong

Ia sengaja membawa Ijazah sarjana miliknya, bersama toga dan semua seragam wisuda ke kampung halamannya. Ia ingin membawa kabar baik dari Jakarta, bahwa ia telah menyelesaikan studinya dan segera ingin merayakan bersama ibunda tercintanya.

"Ibuku menangis, setelah melihat bagaimana aku membawa semua hal itu, ibuku juga merasa sangat bangga karena dia sudah mendengar bahwa aku adalah salah satu lulusan terbaik di Tanri Abeng University pada tahun 2019 dan juga dia sering dengar tentang prestasiku sejauh ini," ujarnya lagi.

"Ibu saya mengatakan bahwa, setiap saat dia mendukung saya dalam doa agar hal-hal buruk tidak terjadi pada saya," pungkasnya.

Neas mengatakan ibunya mengenakan pakaian terbaik yang pernah dia memiliki. "Katanya mamaku pakaian itu dia sengaja simpan agar suatu saat ketika aku pulang ke kampung dia mau pakai untuk menjambut saya," pungkasnya.

Neas juga mengatakan, ia ingin kisahnya bisa menjadi motivasi orang lain untuk semangat belajar agar bisa membangun daerah.

Baca Juga:Selamat Tinggal, Gojek Tutup GoLife dan GoFood Festival

"Semoga lewat saya punya kisah bisa memotivasi anak-anak pedamalan lainnya untuk tetap semangat belajar dan pulang bisa bangun daerah," tulisnya dalam akun Linkedin miliknya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak