Indeks Terpopuler News Lifestyle

4 Kali Mediasi, PT Kharisma Eksport dan Karyawan Akhirnya Capai Kesepakatan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 21 Juli 2020 | 15:21 WIB

4 Kali Mediasi, PT Kharisma Eksport dan Karyawan Akhirnya Capai Kesepakatan
Aksi unjuk rasa buruh PT Kharisma Eksport di halaman Kantor Disnakertrans Bantul, Selasa (21/7/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Jika janji tidak ditepati, pihak perusahaan dapat dikenakan hukum perdata.

SuaraJogja.id - Karyawan PT Kharisma Eksport akhirnya bisa sedikit bernapas lega setelah mediasi dengan pihak perusahaan mencapai kesepakatan. Disnakertrans Bantul menjadi mediator dalam perundiangan yang sudah dilaksanakan sebanyak empat kali tersebut.

"Dari proses mediasi keempat ini, tiga tuntutan yang diminta oleh para karyawan akhirnya hari ini sudah terjadi kesepakatan," ujar Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti kepada awak media di kantornya, Selasa (21/7/2020).

Perempuan yang akrab disapa Tirul itu menyampaikan bahwa salah satu dari tiga tuntutan yang sudah disepakati adalah terkait dengan gaji yang akan dibayarkan oleh pihak perusahaan. Pembayaran itu akan dilakukan dalam durasi waktu dua setengah bulan, dengan komposisi pembayaran 40 persen, 50 persen, dan 10 persen.

Selain itu, Tunjangan Hari Raya (THR) akan dibayarakan sebanyak dua kali. Pembayaran itu bakal dilakukan dengan komposisi 50 persen, 50 persen pada 30 Oktober dan 30 Desember mendatang.

"Hasil kesepakatan tadi sekarang sedang dibuatkan perjanjian bersama. Apa yang disepakati bersama hari ini akan dituangkan dalam perjanjian bersama, yang itu nanti dicatatkan pengadilan hubungan industrial kekuatannya sama dengan putusan hakim," ungkapnya.

Dijelaskan Tirul, pihaknya masih akan mengundang kedua pihak untuk melanjutkan proses mediasi terkait dengan karyawan yang masih meminta kejelasan rencana perusahaan merumahkan mereka. Berbagai kejelasan yang diminta yakni terkait dengan sampai kapan mereka dirumahkan dan berapa gaji yang akan diterima selama mereka dirumahkan.

Tirul menuturkan, jika nantinya perusahaan melakukan ingkar janji terhadap kesepakatan yang telah dibuat, Pengadilan Negeri bagian industrial Kabupaten Bantul akan langsung melakukan eksekusi. Artinya, jika memang tidak ditepati, pihak perusahaan dapat dikenakan hukum perdata.

"Saat ini total ada sebanyak 52 orang yang termasuk dalam gelombang pertama. Dikabarkan nanti akan masuk ke gelombang kedua dengan 170-an orang yang menuntut hak-hak mereka," ucapnya.

Ditemui seusai mediasi dengan pihak karyawan, Komisaris PT Kharisma Eksport Prisma Wardana Sasmita menuturkan, perusahaan sejak awal sudah berkomitmen untuk menyelesaikan dengan baik persoalan yang ada, terlebih lagi dengan adanya kesepakatan ini, yang tentunya bakal ditepati sesuai apa yang diperjanjikan oleh kedua belah pihak.

"Tapi kan memang kondisi perusahaan yang sedang goyah. Kita sendiri juga tahu perekonomian nasional juga goyah dengan adanya pandemi ini. Jadi semua juga mengalami bukan cuma kita," kata Prisma.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait