Lebih Murah, Dinkes Bantul Siapkan Pengajuan Rapid Test Metode Baru

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Lebih Murah, Dinkes Bantul Siapkan Pengajuan Rapid Test Metode Baru
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo berbicara dalam jumpa pers di Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Kamis (23/7/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menggunakan teknologi yang lebih detail dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, Agus mengklaim bahwa alat RDT baru ini akan lebih terjangkau secara ekonomi.

SuaraJogja.id - Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bantul kembali meningkat, sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul berencana mengajukan pengadaan alat rapid test dengan metode baru. Penambahan jumlah pasien sendiri diiringi dengan maraknya dilakukan screening kepada warga yang berpotensi terpapar Covid-19.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja menyampaikan bahwa alat rapid test dengan metode lama diperkirakan tidak akan kembali diajukan. Pihaknya akan mengupayakan RDT dengan metode laboratorium yang lain. Sementara, alat swab test PCR masih akan dibutuhkan hingga akhir tahun.

"Kemungkinan yang akan kita desain untuk RDT baru memang antibodi cuma basisnya serum, kemudian tesnya di laboratorium, teknologinya lebih detail, sehingga akurasinya lebih tinggi," tukas Agus, dihubungi SuaraJogja.id melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2020).

Menggunakan teknologi yang lebih detail dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, Agus mengklaim, alat RDT baru ini akan lebih terjangkau secara ekonomi dibandingkan alat yang sebelumnya meskipun pengambilan sampel dinilai akan lebih rumit dari biasanya.

Agus menyebutkan bahwa PCR masih dibutuhkan hingga akhir tahun. Saat ini, pihaknya tengah gencar menggelar swab test massal untuk masyarakat yang rentan. Untuk itu, pihaknya berencana mengajukan kerja sama dengan laboratorium di DIY untuk dapat mempermudah proses pengujian sampel.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabpaten Bantul, Agus mengaku jumlah alat RDT dan PCR dibutuhkan dalam jumlah banyak. Sesuai dengan petunjuk teknis di KPU, untuk menunjang kinerja, petugas pemilihan perlu mengikuti RDT.

Sementara, untuk ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), Agus menilai masih cukup. Meski demikian, ia tetap melakukan pengajuan tambahan APD untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Menurutnya, dengan kondisi saat ini, pihaknya perlu bersiap hingga akhir tahun.

"Jadi kita pastikan untuk APD kita siapkan sampai akhir tahun," ujar Agus.

Selain itu, terkait kapasitas Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) sendiri, sampai saat ini menurutnya masih mencukupi, dibantu dengan ketersediaan rumah sakit rujukan lainnya. Tidak hanya itu, Agus juga mengaku siap menyediakan shelter untuk menampung pasien jika terjadi lonjakan kasus.

Agus menyebutkan, sesuai dengan panduan revisi lima bahwa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak bergejala tidak diwajibkan untuk dirawat di rumah sakit meskipun sampai saat ini Pemkab Bantul sendiri tetap merawat Orang Tanpa Gejala (OTG) di rumah sakit.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS