Epidemiolog UGM Minta Masyarakat DIY Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan

status New Normal tidak menggeser atau menggantikan status tanggap darurat yang lebih dulu dicanangkan.

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina
Selasa, 22 September 2020 | 16:20 WIB
Epidemiolog UGM Minta Masyarakat DIY Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan
Epidemiolog UGM dr Riris Andono Ahmad. [Dok. Kagama.co]

Diantara 3T (Test, Tracing dan Treatement) yang selalu digaungkan sebelumnya,  penghentian mobilitas menjadi hal kunci utama untuk menurunkan penularan. Meskipun sudah disampaikan juga, bahwa penularan melalui airbone sudah terjadi namun itu bukanlah penyebab penularan utama. 

"Apakah airbone atau bukan, kuncinya adalah pada social distancing," katanya. 

Sampai saat ini masyarakat Indonesia belum memiliki vaksin untuk menangkal wabah corona. Jika sudah memiliki vaksin, Doni mengaku masyarakat bisa lebih tenang karena bisa menciptakan herd immunity dengan segera. Tanpa vaksin, herd immunity baru bisa tercapai jika sebagian orang sudah terinfeksi. 

Herd immunity yang terjadi sebelum adanya vaksin tidak hanya membutuhkan banyak orang terinfeksi, namun juga bisa menyebabkan korban meninggal lebih banyak lagi. Satu-satunya cara yang perlu dilakukan adalah menghindari penularan dengan berjaga jarak.

Baca Juga:Masker Scuba Tak Efektif Tangkal Covid-19, Ini Penjelasan Dokter RSA UGM

Sementara jaga jarak yang paling efektif adalah dengan tetap tinggal di rumah. Sehingga kegiatan perkantoran, sekolah dan aktivitas ekonomi perlu untuk kembali dilakukan dari rumah saja. Termasuk salah satu yang penting juga menerapkan ibadah dari rumah. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak